Thursday, March 19, 2015

#TantanganMenulis: 2 Years Later


Sekarang, saya sudah 19 tahun. Usia yang menandakan bahwa masa-masa remaja yang penuh kelabilan dan kegalauan harus segera diakhiri. Sebentar lagi, 20, 21, 22, dst. Kenyataan yang pahit memang, ketika masa-masa yang lumayan buruk tapi menyenangkan harus ditinggalkan. 

Sebagai laki-laki, yang seharusnya cenderung berpikiran ke depan, saya malah sering berpikiran kekinian dan bahkan masa lalu. Saya sering meratapi masa lalu saya, atau dengan kata lain belum bisa memaafkan masa lalu saya sendiri karena saya sungguh menyesal atas segala hal buruk yang tidak bisa kuperbaiki yang saya lakukan di masa lalu. Oleh karena itu, karena saya laki-laki, saya mau mencoba berpikiran yang berorientasi ke masa depan. Menurut saya, saya berarti harus lebih berani untuk bermimpi. Bermimpi pun tidak harus yang terlalu jauh sampai puluhan tahun yang akan datang, namun, hari esok pun bisa dimimpikan, tetapi tidak terlalu besar. 

Dua tahun itu merupakan rentang waktu yang tepat untuk bermimpi, bermimpi untuk masa depan akan nasib saya ini. Mungkin, setelah tulisan ini selesai, saya bisa meredakan rasa penyesalan saya terhadap masa lalu saya yang cukup kelam. Walaupun demikian, dua tahun merupakan waktu yang terlalu singkat untuk mengubah semuanya. Namun, saya percaya, it's never too late

1. Lulus dengan nilai yang membanggakan
Saya tidak peduli dengan anggapan dan idealisme rekan-rekan saya yang menyebutkan "IPK itu tidak terlalu penting". Saya sudah tahu semuanya akan hal tersebut. Saya tahu konsekuensinya. Namun, diri saya ini tidak bisa mengorbankan akademik yang amat begitu penting. Tahun depan, saya sudah harus KKN (oh, damn T_T), yang merupakan salah satu kelemahan terbesar saya sampai saat ini. Setelah itu, di tahun yang sama, jika lancar dan tidak ada mata kuliah yang mengulang (amin), saya harus mengerjakan skripsi. Semoga, di tahap ini, saya bisa dengan tekun mengerjakan dan menyelesaikannya, bisa mempresentasikan proposal dan hasil penelitian saya dengan baik, dan yang paling utama bisa melakukan ujian pendadaran dengan lancar. Saya percaya, usaha keras tidak akan pernah menghianati, sekalipun saya fokus terus di bidang akademik. 

2. Berbicara dengan lancar dan tidak lola (slow thinker)
Mungkin saya memang gagu. Sejak kelas 7 SMP, saya mulai memiliki masalah ini dan sampai sekarang belum sepenuhnya terobati. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab saya untuk menghindari kegiatan-kegiatan sosial, debat, dan terkadang rapat. Namun, perlahan-lahan, kutukan ini mulai berkurang dan semakin berkurang (tapi masih ada). Dua tahun yang akan datang, semoga saya tidak slow thinker lagi dan bisa berbicara dengan lancar. Semoga saya sudah berani untuk menyampaikan dan menyanggah pendapat pada saat mengikuti suatu rapat ( dua tahun kemudian pun mungkin masih ada rapat). Semoga saya bisa mengikuti dengan baik tes wawancara perusahaan yang saya minati dan lolos sehingga saya bisa mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. 

3. Lebih bertanggungjawab

Juga merupakan salah satu hal tersulit yang ingin saya capai. Masih 19 tahun, mungkin di pikiran saya masih tertanam mental anak remaja yang masih labil dan kurang tahu diri. Namun, dua tahun mendatang sudah bagaikan dunia yang berbeda. Kurang bertanggung jawab saya pula yang membuat saya menjadi pribadi yang kurang terorganisasi, padahal saya terkena OCD. Untuk diri saya di dua tahun yang akan datang, semoga kau lebih bertanggung jawab dari dikau yang sekarang. Jangan pernah tidur kembali ketika alarm yang telah kau pasang setiap menjelang tidur berbunyi. Jangan pernah lupa di mana kau menaruh nota dan struk transaksi-transaksi yang penting. Jangan pernah lupa bahwa dirimu sudah dewasa, harus bisa hidup sendiri, tidak boleh homesick lagi. 

4. Bisa menghasilkan sesuatu yang positif dari blogging
Awal tahun 2015 meruapakan langkah awal diri saya untuk kembali aktif blogging setelah kira-kira 3 atau 4 tahun vakum blogging. Saat ini, blogging merupakan satu-satunya hobi saya. Blog ini masih bergenre personal dan random. Tulisan saya pun masih buruk. Untuk dua tahun kemudian, semoga blog ini bisa berubah genre, dari personal menjadi sesuatu yang lain yang bisa menghasilkan pendapatan. Semoga tulisan saya bisa semakin terus berkembang, kritis, namun tidak membosankan ketika dibaca. Semoga hobi saya yang ini bisa membuat saya memiliki pikiran yang lebih kritis dan peka terhadap segala fenomena yang terjadi di sekitar saya. 

5. Bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar
Saya pernah sempat berpikir, "Andai Indonesia dijajah oleh Inggris untuk waktu yang lama, pasti kita semua bisa berbahasa Inggris." Saya iri dengan negara-negara yang memiliki bahasa nasional bahasa Inggris. Mayoritas dari mereka terlihat lebih maju dan bisa mengundang lebih banyak turis asing ke negaranya. Dua tahun lagi, MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah memasukki tahun keduanya. Karena sudah bukan masa-masa pengenalan MEA, maka makin banyak tenaga-tenaga kerja dari negara-negara ASEAN yang akan masuk ke Indonesia dan bersaing dengan saya contohnya. Semoga sebelum masa pengenalan MEA berakhir, saya telah bisa menguasai bahasa Inggris, bisa berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar dan tepat, dan telah menambah cukup banyak perbendaharaan kata bahasa Inggris.

6. Ikut Asian Youth Day 2017 dan bertemu dengan Paus Fransiskus
Yang satu ini merupakan yang sangat spesial. Karena saya adalah seorang Katolik, saya sangat ingin sekali bertemu dengan Paus yang sedang menjabat saat ini, yaitu Paus Fransiskus. Namun, karena saya bukan orang yang mempunyai banyak uang untuk berlibur ke Vatikan atau Italia, hal tersebut menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, akan ada acara yang sangat besar bernama Asian Youth Day 2017 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Asian Youth Day adalah acara temu raya kaum muda Katolik se-Asia dan di saat itu lah Sri Paus akan datang untuk mengikuti Asian Youth Day yang akan dilaksanakan kalau tidak salah di Jakarta. Saya sungguh menanti-nanti akan hal ini sejak Asian Youth Day 2014 di Korea Selatan. Semoga saya bisa mempunyai dana yang cukup dan waktu luang untuk bisa mengikuti Asian Youth day 2017 di Jakarta. Semoga saya bisa bertemu dengan Sri Paus Fransiskus di acara tersebut. :")


Sebenarnya, mimpi saya untuk dua tahun yang akan datang masih banyak. Namun, yang saya sebutkan di atas merupakan mimpi-mimpi terbesar saya yang sangat ingin saya wujudkan. Bagaimana denganmu, bloggers? What are you going to be in two years?



Tulisan ini ditulis dalam rangka mengikuti event Tantang Menulis.

Picutres sources:
  • http://www.ccsf.edu/content/ccsf/en/student-services/admissions-and-registration/records/evaluation-and-graduation/_jcr_content/subheader-image/smallimage2.img.jpg/1370738959078.jpg
  • https://andrewjprokop.files.wordpress.com/2015/03/blogging-is-good.jpg
  • http://www.ensenalia.com/sites/default/files/imagecache/ampliacion/I%20love%20english1.png
Read More »

Tuesday, March 17, 2015

Song Review: Rapture Ruckus feat Shuree - In This Together


Hello, bloggers. How's your day? I hope yours are pretty good so far. It's been so busy with studying and doing assignments (though I haven't finished those yet hehe). In this short free time I have, I would like to make a song review. This is my first review post. 

Have you ever heard Rapture Ruckus? I bet you haven't. I am not surprised because this band is indeed not famous. This band is a Christian Hip Hop/Rock Band from New Zealand. Because they are Christian, I think it's not astonishing that they are not famous in this country. Hehe. They have released 4 albums and 12 singles and one of them has caught my ear to listen to. Here it is:


Rapture Ruckus feat Shuree - In This Together Lyrics

You are my brother
You are my sister
Made by the same God
Loved by the same heart
We've got to lift up
We've got to give love
Oh that's how the world will know us

[Chorus]
I'll be the hand that you can hold
When you can't make it on your own
I promise you are not alone
We're in this together
I'll be your shelter from the rain
Lift up your head don't be afraid
Oh there is nothing we can't face
We're in this together
We're in this together
We're in this together
We're in this together

And when you're filled with doubt
Your walls come crashing down
I'll be there by your side
Together walking through this fire
We've got to lift up
We've got to give love
Oh that's how the world will know us
(Chorus)

[Bridge]
When I'm falling and I can't breathe
The light is fading
In my darkest hour You're here
And I remember what You said
(Chorus)

We're in this together
We're in this together
We're in this together
We're in this together

I knew this song from Sam and Nia Vlogs. A little introduction, they are family from USA who make s daily vlogs about their daily activities. I really love watching them and I don't know why. They use this song as their videos intro and outro. Now, let's be more open-minded and not concern about this band genre. This song is very awesome. I bet you might think this is very melancholic song from hip hop/rock band according to the lyric. However, you are wrong. This song is very encouraging and full of spirit. It even does not make you more depressed or confused. 

The music itself is so vivacious. Despite this band is rock genre, I can enjoy the music so well. For your information, I kind of do not like rock songs because they tend to be loud and too fast. It annoys me. However, this band and especially this song is different. This song is very suitable for activities that requires you a lot of energy. It can pump up your energy and you become more positive. For instance, when you are doing gym, you can set this song into your playlist. Or, when you are jogging, you also can listen to this song while you jog. 

Here it comes the lyric part. Regardless of this band's genre, the lyric is very universal. The lyric is very amazing, even it's more amazing than the music. The lyric contains very positive and encouraging words. It tells us to not feel lonely and think that we always have someone who will understand everything about you (although it's very theoretical because I haven't found someone like that LOL). However, from different point of view, this song tells to always help our friends that feel lonely, depressed, and such things. This song reminds us that we should always help each other. We do not live alone and are told not to be selfish (although I am so selfish especially in terms of academic things). Moreover, we can imply universally that this song tells us to always remember God. He exists. His existence shows through others, it can be our friends, our parents, or anyone. As well, we should always remember God in every situation we are encountering.

To conclude, from my deepest humble opinion, this song is not religious. It is very universal that everyone can listen to this song because it brings you positivity and encouragement. If you have different opinion about this song or you want to criticize or give some advice to this review, please comment. It really helps me a lot. Thanks for reading and God bless! :)

Sources:
  • http://fdrmx.com/wp-content/uploads/2015/02/Rapture-Ruckus-%E2%80%98Invader-Vol.-2%E2%80%99-EP-Review-FDRMX.jpg
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Rapture_Ruckus
  • http://www.jesusfreakhideout.com/lyrics/new/track.asp?track_id=17153 
  • http://i.ytimg.com/vi/Z8Y6gwumkt8/maxresdefault.jpg

Read More »

Sunday, March 15, 2015

Love What You Do

College life is very confusing. I often face some hard choices to choose because I always think about the consequences I will take. Sometimes, I think that that is a normal thing happening when adolescence is going to turn into young adult people. However, I still can not accept that thing and it always disrupt my heart. 

College life has two huge choices that I should choose, academic (GPA, seminars, studying, and assignments) or social (organizations and committees). I personally truly honestly incredibly want to choose both of them. However, dilemma is always there. Because of my disorder (OCD), I always want to do something perfectly. I can always focus on one thing. Then, I prioritized academic over social. 

Most of the time, I feel annoyed by my OCD. OCD makes me to always do everything I want perfectly although I can not do it. I have decided to prioritized academic, yet I can not resist myself to join an organization or some committees. In recruitment process, I said many optimistic answer to the interviewer and they were amazed and hopeful of myself. That time, after I gave my answers, I felt very hopeful, too. Things get escalated very quickly when I am in the middle of the process. I feel very confused of managing my time to academic and social. I always feel confused whenever I get a group assignment, there are some meetings and organizational tasks needed to be done. I feel frustrated too when I know that my lecture orders me to always read the next chapter prior to the next class. It takes a lot of my time. I become more frustrated when I do not get permission to leave organization or committee meetings because of assignments and studying. I come to be unable to handle it.

One day, I vented to my one of close friends about this problem. He has quite good GPA and joins an organization, too. I am really curious of how he can do those two things together. He used to be very funny and sort of childish person. Now, he is grown-up and I am so pathetic. After venting so much, he gave a solution in a very short sentence:

This sentence settles my dilemma now. What I get from this sentence is not that I should love all unwelcome things I do. What I get is that I should carry on what I am doing now, then I should love it as well. I only can do something useful on academic things and makes me enjoyed. All this time, I evidently care too much about what other people say about me. This really influences my life a lot.

Since first semester, seniors have always shouted about "academic is not that very important". I evidently let it enter to my head and ruined my mind. Ever since, I always tried to join some committees and an organization (for now) and make something useful for them. I really put a lot of my effort on that and it seems to be fruitless. That is the power of "always care about what other people say about you".

Now, I reduce that propaganda in my head and try to make it go out of my head. Slowly but sure, I start to be courageous to focus on doing group assignments, individual assignments, studying a lot of chapters, and anything related to academic. In my opinion, focusing on only academic is not completely wrong. Some college students just do that because they think that they are not capable of doing something related to organization or committees. Perhaps, they have tried so many times like myself to join and contribute something on organizations or committees, yet all of their efforts are futile.

I also think that people always want to accomplish something on their lives. I do. In order to do that, some of them take difficult and frustrating ways and others just take bearable and mediocre ways. I take the latter. You should not think that doing something in mediocre ways or in people's comfort zone does not take so much effort. You are wrong! I give all of my efforts on academics. Academics are not my comfort zone. I will always love what I am doing and try not to give any single care to what people say.

God bless you!

Pictures sources:

  • http://mycelium.is/wp-content/uploads/2012/12/Love-What-you-do.jpeg
  • All memes are made by myself using Meme Generator
Read More »

Thursday, March 12, 2015

7 Hal Menyebalkan Ketika Mengikuti Kegiatan Outdoor

Selamat pagi, bloggers. Baru 4 hari absen membuat tulisan di blog terasa seperti vakum menulis di blog selama 1 bulan. Sebenarnya, komitmen saya ketika memulai untuk menulis di blog kembali adalah saya ingin membuat satu tulisan dalam satu hari, atau paling tidak satu tulisan dalam dua hari. Tapi, ternyata perkuliahan di semester 4 ini terlalu kejam, bloggers. Mungkin karena saya terkena OCD, jadi saya dianggap terlalu menganggap perkuliahan ini sangat serius dan egois karena saya hanya fokus terhadap kuliah, belajar, mengerjakan tugas, dan duduk di depan komputer. 

Kali ini saya ingin membagi keluhan saya dan pengalaman saya dalam mengikuti beberapa kegiatan outdoor. Kegiatan outdoor di sini bukan sekadar kegiatan di luar rumah, bukan kuliah, bukan pergi ke rumah teman (please, don't be a herp!). Kegiatan outdoor di sini adalah kegiatan yang mengharuskan saya untuk membawa beberapa pakaian, peralatan pribadi, dan alat-alat yang harus dibawa untuk tinggal di suatu tempat antah-berantah selama beberapa hari. 


Mungkin karena saya seorang OCD (lagi), saya sungguh tidak nyaman dengan kegiatan seperti ini. Saya jadi tidak bisa melakukan semua hal yang menurut saya bisa saya lakukan dengan sempurna dan sesuai dengan harapan saya. Ditambah lagi, karena saya terkena SAD ringan (walaupun ringan, tetap saja sangat mengganggu), saya agak tidak tahan dan susah beradaptasi jika tidak ada teman dekat saya yang ikut kegiatan outdoor yang saya ikuti.

Saya bikin tulisan ini karena sebenarnya saya bakal pergi dari surga (baca: rumah, kamar, dan PC) selama 3 hari, Jumat sampai Minggu. Entah kenapa saya merasa aneh karena hanya di "tempat" ini, acara outdoornya selalu 3 hari, Jumat sampai Minggu. Biasanya, "tempat-tempat" lain mengadakan acara outdoor hanya selama 2 hari, Sabtu sampai Minggu.

Lalu, berikut ini, saya akan sampaikan beberapa hal yang membuat saya tidak suka acara outdoor di samping penyakit SAD saya.

1. Jumlah tas yang dibawa tidak biasa


Berdasarkan pengamatan saya, teman-teman saya (laki-laki) selalu bisa membawa rata-rata cukup satu tas ketika mereka ikut kegiatan outdoor yang tidak lama (2 hari atau 3 hari). Saya seringkali heran, bagaimana mereka bisa membawa dan memasukkan semua barang-barang yang wajib dibawa ke dalam satu tas saja. Dulu ketika saya masih kuliah di FK, saya pernah mengikuti kegiatan outdoor yaitu semacam bakti sosial. Acara hanya 2 hari, tetapi saya bisa membawa tas yang biasa digunakan untuk berpergian jauh (tas pakaian). Namun, dengan perasaan sangat heran, ada beberapa teman saya bisa membawa tas ransel ukuran sedang. Padahal, kami disuruh membawa banyak sekali peralatan mulai dari alat makan, alat mandi, jas praktikum, pakaian sopan, pakaian bebas, jaket, dsb yang menurut saya sangat besar dan tebal sehingga membutuhkan ruang yang banyak. Mungkin, selama ini, saya bisa berbeda sendiri karena saya aneh atau karena ukuran pakaian-pakaian saya yang terlalu besar. 

2. Waktu untuk kebutuhan privasi yang tidak masuk akal 


Mungkin hal ini hanya terjadi di Indonesia atau di negara-negara lain sama. Ini merupakan hal yang sangat krusial dan menyebalkan. Seringnya, waktu-waktu yang berhubungan dengan mengurus kebutuhan privasi yang sering tidak masuk akal. Misalnya, pesertanya berjumlah 30 orang, diberikan waktu selama 1 jam untuk MCK. Namun, kamar mandinya hanya ada dua, sementara mereka hanya diberikan waktu 1 jam. Padahal, acara selanjutnya menuntut para peserta untuk berpenampilan rapih dan bersih. Are you out of your mind? Sungguh aneh, seolah-olah yang mengadakan acara tidak survey tempat yang tersedia untuk MCK terlebih dahulu dan mencocokkannya dengan jumlah peserta yang diprediksi ikut. Apalagi, saya terkena OCD dan hal-hal krusial seperti ini yang membuat badan saya risih sangat-sangat mengganggu. 

3. Fasilitas privasi yang membeda-bedakan gender


Bayangkan saja ketika sedang memilih indekos untuk laki-laki, pasti harganya sangat mahal kalau ingin memiliki fasilitas yang "normal" seperti di rumah. Berbeda dengan indekos perempuan yang harganya bisa sangat wajar tetapi sudah bisa mendapatkan fasilitas yang "normal". Mungkin ketika kalian membaca poin ini, kalian pasti akan berpikir kalau saya itu lenjeh, alay, metroseksual, cemen, cupu, aneh, atau hal buruk yang lainnya. Seperti yang saya katakan di atas, saya memang aneh. Saya memang laki-laki yang aneh. Kembali ke topik! Menurut saya, kebutuhan privasi itu sangat mutlak untuk bisa terpenuhi. Konteks di sini bukan ketika kita sedang dalam kegiatan militer dan pramuka. Coba nih, bayangkan contoh ini, kamar mandi laki-laki tidak menyediakan tempat untuk menaruh pakaian yang hendak dipakai dan sudah dipakai atau bahasa Jawanya cantelan. Bagaimana kalian bisa memenuhi kegiatan privasi kalian dengan tenang? Saya bisa panik dan mood saya langsung jelek ketika mendapat kamar mandi yang bisa membuat saya panik. Contoh lain, laki-laki harus memenuhi kebutuhan privasinya di sungai, sementara perempuan disediakan kamar mandi. Dikira semua laki-laki itu sama atau bagaimana sih? Bagaimana kalau dia OCD seperti saya? 

4. Barang bawaan yang akhirnya tidak terpakai


Ini juga lumayan bikin kesal. Hal ini juga berkaitan dengan poin 1 tadi. Saya sangat kesal jika barang bawaan saya sangat banyak dan membutuhkan lebih dari 1 tas (padahal teman-teman saya bisa membawa dalam 1 tas saja). Mungkin karena acaranya terlalu padat, jadinya ada barang-barang yang tidak dipakai. Ya, walaupun saya memaklumi, tetapi saya pun menyesalkannya. Bagaimana jika barang tersebut ternyata sangat penting di rumah (karena saya tinggal di rumah), orang-orang di rumah sangat membutuhkan barang tersebut, dan saya sudah merengek-rengek untuk meminjam barang tersebut, tapi malah barangnya tidak dipakai? Saya bakal merasa bersalah. Trade-offnya pun ternyata cukup signifikan untuk orang-orang di rumah tapi saya malah tidak memakai barang tersebut. Aktivitas orang-orang di rumah mungkin terhambat dan mungkin mereka bakal marah ketika tahu kalau barang tersebut malah tidak dipakai.

5. Meminjamkan barang kemudian tidak pernah kembali


Kalian pasti akan berpikir kalau saya itu pelit. Well, you have the right to say that way. Tapi, barang yang saya bawa selalu bukan barang yang saya beli dengan uang saya sendiri dan seringkali bukan barang yang digunakan oleh saya sendiri. Contoh saja tikar (peristiwa ini terjadi saat semester 3 ketika sedang masa-masa penyambutan mahasiswa baru). Saya meminjamkan tikar, lalu tikar tersebut hilang dan tidak bisa ditelusuri asal-usul kenapa tikar saya bisa hilang. Agak tidak masuk akal karena tikar bukanlah barang yang kecil. Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan tikar yang hilang tersebut karena kami memiliki lebih dari satu tikar. Masalahnya, orang tua saya yang kebakaran jenggot. Mereka sangat perhatian dengan barang-barang kami (yaiyalah, manusia normal). Karena kasus tersebut, akhirnya saya putuskan (secara pribadi) saya tidak meminjamkan barang apapun lagi ketika saya mengikuti kegiatan outdoor. Daripada saya kena masalah, orang tua nantinya bakal mengomeli saya, ya mending saya ambil tindakan preventif ini. Tapi, kalau barang tersebut hanya terdapat satu buah dan ternyata hilang, bagaimana saya tidak kesal? 

6. Mengeluarkan uang lagi untuk membeli barang yang tidak saya punya


Hahaha ini juga sangat menyebalkan. Ketika ikut suatu acara, pasti bakal ada biaya pendaftarannya dan itu biasanya sudah sangat banyak. Saya masih menerima dan memaklumi. Kemudian, saat technical meeting, ada barang-barang yang tidak saya punyai. Di situ saya mulai kesal. Masalahnya, saya tidak suka meminjam barang kepada teman saya karena saya takut kalau saya tidak bisa mengembalikan atau barang yang saya pinjam itu tidak kembali ke teman saya seperti sebelum saya pinjam (tapi saya tidak enggan untuk meminjami barang ke teman saya asalkan teman saya dapat dipercaya). Akhirnya, saya harus beli, kan dan saya harus mengeluarkan uang lagi demi memiliki barang yang harus di bawa sehingga saya tidak bakal kena masalah. Andai saya punya pekerjaan dan pendapatan sendiri, mungkin saya tidak akan terlalu mempermasalahkan ini. Masalahnya, saya masih bergantung sama orang tua dan uang saya itu adalah uang orang tua saya. Terlebih lagi, mereka sudah pensiun dan pendapatan mereka tidak seberapa ketika mereka masih bekerja. Arrgh!

7. Jumlah barang yang harus dibawa yang tidak wajar


Saya sering sekali heran dengan hal yang satu ini. Acara hanya satu malam tapi bawaannya kaya acara enam malam. Hal ini yang sering membuat saya kesal karena saya tahu kalau saya tidak akan bisa membawa semuanya hanya dengan satu tas saja. Alhasil, teman-teman saya keheranan karena saya seperti akan mengikuti acara outdoor tujuh hari. 


Yap, saya memang aneh karena OCD saya. Saya memang sangat saklek. Terima kasih sudah membaca, bloggers. Ada pendapat atau sanggahan terhadap tulisan ini, silakan komentar dengan sopan ya. God bless you! :D


Pictures sources:


  • http://stock-image.mediafocus.com/images/previews/word-facility-on-keyboard-rs1120541259.jpg
  • http://nonsense.sourceforge.net/nonsense-logo.gif
  • http://www.supershuttle.com/Portals/11/PostedImages/packing-overstuffed-suitcase.jpg
  • All memes are made by myself with Meme Generator Free application on Android.

Read More »

Thursday, March 05, 2015

4 Hal Menyebalkan di DotA 2


Halo, bloggers. Bagaimana harimu? Semoga baik-baik saja dan menyenangkan. Ada yang tahu DotA 2? Kalau tidak tahu, kalian pasti tidak berevolusi (hehe). DotA 2 adalah sebuah permainan atau saya akan sebut di sini game karena lebih enak didengar, yang berjenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang merupakan stand-alone sequel dari Defense of the Ancients (DotA) Warcraft III: Reign of Chaos dan Warcraft III: The Frozen Throne mod. DotA 2 sangat populer sejak masa beta dari game ini. 

Saya tidak akan membahsa detail mengenai game ini karena kalian bisa menggali lebih dalam melalui Google atau tanya kepada teman-teman Anda yang terlihat kecanduan game (haha). Saya, sebagai orang yang suka memainkan game ini, ingin berbagi pengalaman kepada kalian. Saya ingin berbagi mengenai tipe-tipe pemain DotA 2 yang pernah saya temui sejak match pertama saya. Sekali lagi, ini murni dari pengalaman saya. Saya bukan pemain DotA 2  yang sangat pro dan GG dan pendapat saya ini hampir semuanya saya peroleh dari YouTube. 

Berikut adalah tipe-tipe pemain DotA 2 yang pernah saya temui:

1. First pick, ambil Sniper, dan ambil middle lane


FYI saja nih, Sniper adalah salah satu hero favorit saya. Tapi, kalau ada orang yang bertipe seperti ini ambil hero ini, saya bisa sangat kesal sampai saya trash talk sendiri di rumah. Faktanya adalah, orang-orang yang bertipe seperti ini hanya ingin enaknya saja. Sniper memang salah satu hero yang sangat friendly untuk newbie, tapi hero ini perlu positioning skill yang tinggi. Ditambah lagi, hero ini sangat rapuh dan tidak punya mekanisme melarikan diri yang memadai. 

Orang tipe seperti ini akan tidak peduli dengan hero yang akan diambil oleh musuh dan ini bisa sangat menyusahkan teman-temannya. Lalu, dia ambil middle lane, lane yang paling bergengsi. Namun, ia tidak mengerti bagaimana cara bermain di middle lane, kemudian dia sering mati. Padahal, hero ini termasuk hard carry yang bagus. Kemudian, dia bakal disalahkan oleh teman-temannya, dan yang paling mengesalkan adalah trash talk. Jangan seperti ini, ya, para pemain DotA 2 yang budiman.

2. Last pick malah ambil hero core padahal empat temannya sudah ambil hero core


Mungkin istilah di atas agak asing di telinga kalian. FYI, core heroes adalah hero yang mempunyai hak untuk memanfaatkan semua sumber daya di map dengan maksimal (aka farm haha). Pada umumnya core heroes adalah hero carry, semi carry. tanker, dan jungler. Lalu, kebalikan dari core heroes adalah support heroes. Posisi ini biasanya diisi oleh nuker, ganker, dan roamer; biasanya hero intelligence mengisi posisi ini. 

Bayangkan, kalau lima hero dalam satu tim adalah core heroes? Apa bisa semuanya bisa menggunakan semua sumber daya yang tersedia di map dengan maksimal? Menurut saya, tidak. Hal ini akan membuat pemain lain kebingungan dalam hati mereka dan akan berebut lahan untuk menggali sumber daya tersebut. Misalkan, kalau lima orang adalah carry, bagaimana caranya membagi sumber daya tersebut padahal hero carry biasanya sangat lemah kalau tidak punya core and big items

Tolong banget, kalau empat orang sudah ambil core heroes, coba mengalahlah, bro. Ambil support heroes dan belajar. Hero support itu tidak kalah menyenangkan, mengajarkan kita untuk sabar, dan bisa belajar sedikit mengenai investasi. Tolong pikir sendiri, ya, maksud saya dengan investasi. Haha.

3. Sangat bernafsu mencari kill, tapi ketika mati selalu menyalahkan teman-temannya


Maksud dari pemain seperti ini adalah baik sebenarnya. Cuma yang saya sesalkan adalah ketika mereka menyalahkan teman-temannya ketika mereka mati karena nafsu mereka. DotA 2 adalah permainan tim, bukan permainan individu. Lima orang harus bekerja satu sama lain sedemikian rupa sehingga mereka bisa menghancurkan ancient lawan. 

Strategi ganking merupakan strategi yang sangat bagus untuk memperlambat carry lawan untuk farm atau membuat lawan memiliki level lebih rendah daripada kita. Namun, ketika gank, kita harus selalu melihat situasi dan kondisi map, apakah semua hero tidak terlihat di map atau terlihat. Kalau tidak, hendaknya turunkan nafsu kalian untuk gank sebisa mungkin karena siapa tahu mereka mempunyai strategi untuk menjebak para ganker. 

Kalau, misalkan, nafsu kalian tidak tertahankan dan ingin membunuh lawan, berarti kalian sudah terima risiko kalau kalian bakal mati tanpa dibantu oleh teman-teman kalian. Maka dari itu, saya sangat kesal dengan mereka yang bertipe seperti ini. 

4. Bicara dengan bahasa negara masing-masing


Sebenarnya, saya sering seperti ini jika dan hanya jika saya bermain dengan teman sendiri. Namun, saya tetap berusaha menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara dengan pemain lain dari negara lain.

Ketika tidak paham akan bahasa yang digunakan oleh pemain lain, komunikasi dalam suatu tim akan terganggu. Kalau komunikasi terganggu, permainan tim bisa menjadi kacau dan memungkinkan kita untuk kalah. Terlebih lagi, saya sudah membalas dengan bahasa Inggris, namun mereka tetap membalasnya dengan bahasa mereka sendiri. 

Lebih parah lagi, kalau mereka mengungkapkannya melalui mic, bukan melalui chat. Sudah keras, bahasanya tidak bisa dimengerti, tidak bisa menggunakan bahasa Inggris, oh, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Terlebih lagi, saya sebenarnya tidak terlalu suka mute orang lain karena hal tersebut menghambat komunikasi yang bisa jadi bisa memenangkan war


Saya berharap bisa lebih banyak dari ini, tapi ternyata hanya ada 4 hal yang bisa saya ingat dan temukans selama bermain DotA 2. Ingat, saya bukan pemain DotA 2 yang tahu segalanya tentang DotA 2 kemudian bisa bermain dengan sangat pro dan GG. Pendapat saya di atas merupakan hal kecil dari DotA 2. Oya, gaya bermain saya terlanjut mengikuti gaya Western, yang bermain nonagresif karena pengaruh YouTube.

Terima kasih. God bless You!!


Sumber:
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Dota_2
  • http://www.quickmeme.com/img/f0/f0bf222ded0798436654937368c2b2fd078cf0dd7801bf144b9f96d24775a596.jpg
  • http://thoughtware.com/wp-content/uploads/2013/12/blame1.jpg
  • http://fc08.deviantart.net/fs71/f/2012/226/1/a/carry_on_wip_by_vnbenedicto-d5awojj.jpg
  • http://th03.deviantart.net/fs70/PRE/i/2013/320/6/5/sniper__dota_2_by_speedart1982-d6ujtv8.jpg
  • https://digitallovechild.files.wordpress.com/2013/12/dota-2-logo.jpg


Read More »

Saturday, February 28, 2015

Kata Siapa Liburan Di Rumah itu Membosankan?


Halo, bloggers. Bagaimana hari Sabtumu? Saya harap, sih tidak ada kejadian aneh dan buruk yang menimpa kalian. Hari ini adalah H-2 menjelang kuliah perdana di semester empat dan liburan semester tiga selama satu bulan lebih ternyata sudah hampir berakhir; di situ terkadang saya merasa sedih. 

Tidak seperti teman-teman saya atau kebanyakan orang yang menghabiskan waktu liburan mereka untuk melakukan banyak hal yang asyik dan di luar rumah, saya malah memilih untuk liburan di rumah dan di kamar saya yang mungkin bagaikan surga saya di bumi ini.

Namun, liburan di rumah dalam waktu yang lama ternyata tidak sebosan yang kebanyakan orang bilang. Saya malah sangat menikmati liburan semester tiga ini, walaupun bukan liburan terbaik sih. Cukup banyak hal yang bisa dilakukan di rumah ketika di rumah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah yang bisa membuat saya tidak merasa bosan sama sekali selama liburan kali ini:


1. Menjelajah dunia maya


Source: http://watermarked.cutcaster.com/cutcaster-photo-801067235-Boy-Surf-the-Internet-on-a-keyboard.jpg
Jangan langsung berpikir negatif ketika membaca subjudul yang pertama ini, ya bloggers. Dunia maya memang seperti dunia nyata, ada hal positif dan ada hal negatif. Saya hanya share yang positif saja, ya, kalau yang negatif sepertinya banyak dari kalian yang sudah tahu haha. 

Modal utama adalah PC/smartphone/tablet dan internet. 

Di dunia maya, banyak hal mengagumkan yang bisa kalian temukan. Kalau saya, hal yang paling mengagumkan yang pernah saya temui di internet adalah YouTube. Mengapa mengagumkan? Di sana, saya ternyata bisa mempelajari sedikit budaya negara lain. Tapi, saya menemukannya bukan dari video-video utama mereka, melainkan melalui vlog. Apa itu vlog? Vlog adalah video yang diunggah para pemilik channel mengenai apa yang akan dilakukan ke depannya, alasan mengapa tidak mengunggah video, Q&A sessions, aktivitas para youtuber selain mengunggah video, dan lain-lain. Malahan, ada channel yang khusus untuk vlog dan mereka kebanyakan adalah keluarga. Budaya yang bisa saya pelajari yang paling kentara adalah aksen bahasa Inggris. Aksen bahasa Inggris Amerika tentu sudah sangat familiar, bagaimana dengan aksen bahasa Inggris Irlandia, Inggris Britania Raya, Inggris Spanyol, Inggris Swedia? Hoah, keren-keren sekali, bloggers! :D

Selain YouTube, saya juga mendapatkan tutorial Adobe Photoshop. Bagi beberapa orang yang mahir, mungkin hal ini biasa, namun bagi saya yang sangat payah dalam hal editing foto, saya merasa luar biasa senang. :D. Saya sangat senang karena ternyata untuk belajar Photoshop, saya tidak harus beli buku di toko buku dengan harga yang lumayan tidak terjangkau. Sampai sekarang, saya masih berusaha untuk mempelajari tutorial-tutorialnya.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dilakukan di dunia maya. Namun, dua hal tersebut lah yang menurut saya paling besar yang pernah saya dapatkan dari dunia maya. :D

2. Mengerjakan pekerjaan rumah


Source: http://www.goldsgym.co.id/assets/img/content/housewife.png
Maksudnya bukan PR yang didapat dari sekolah ya, bloggers. Maksudnya adalah membantu orang tua.

Modalnya adalah niat.

Pertama, kalian bisa membantu memasak. Mungkin bagi perempuan hal ini sudah biasa, namun bagaimana kalau laki-laki? Kalau saya, memasak itu sangat mengasyikan. Kita bisa mengenal berbagai macam bumbu-bumbu dapur dan peralatan masak yang mungkin suatu saat berguna bagi diri kita sendiri. Misalnya, ketika KKN kita bisa membantu para warga untuk memasak daripada gabut tidak jelas, atau ketika sedang merantau kita bisa memasak untuk seluruh orang-orang kontrakan daripada beli makanan yang menghabiskan uang jajan kalian.

Kedua, kalian bisa membantu mencuci. Manfaatnya hampir sama seperti di atas, kecuali mencucikan pakaian teman kalian satu kontrakan atau satu kostan :P. Intinya, kalian bisa menghemat uang kalian untuk laundry jika bisa mencuci sendiri jika sedang merantau. Selain itu, kalian bisa pamer ke teman-temanmu kalau tanganmu itu kasar seperti kuli. :P

Ketiga, membantu menyetrika. Pekerjaan ini sangat menipu mata, bloggers. Awalnya, saya kira hanya berdiri atau duduk di depan meja itu tidak menguras keringat. Tapi, setelah saya praktikan, itu hanya omong kosong. Menyetrika itu bisa jadi alternatif bagi kalian yang sedang diet karena keringat kalian akan mengucur deras padahal tidak merasa capek sedikit pun. (y)

Dan masih banyak lagi, ya bloggers. :D

3. Merapihkan kamar




Banyak dari bloggers yang mengeluh kamarnya seperti kapal pecah, kan? Waktu liburan adalah saatnya untuk merapihkan kamar kalian tercinta. Ada yang bilang kalau merapihkan kamar bisa menemukan harta karun yang telah hilang. Benar sekali, aktivitas ini bisa membuat kita menemukan barang-barang lama yang kita tinggal atau tertinggal di tumpukkan-tumpukkan kertas atau buku-buku.

Kegiatan ini salah bentuk latihan tanggung jawab, ya bloggers. Kita dilatih untuk bertanggung jawab terhadap kamar kita tercinta sendiri. Misalnya, kalau kalian punya pembantu di rumah terus kalian minta pembantu untuk merapihkan kamar lalu kalian kaget ada barang yang hilang, kalian akhirnya menyalahkan pembantu. Jangan seperti itu ya, bloggers. Karena sudah besar dan telah dianggap manusia dewasa, kita harus bertanggung jawab terhadap hal-hal yang kita punya, termasuk kamar kita.


Yap, itulah yang saya bisa sampaikan. Tiga hal di atas merupakan sedikit hal yang bisa dilakukan ketika liburan di rumah. Sebenarnya, masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan yang bisa saya sebutkan, namun itu tergantung selera masing-masing. Terima kasih, bloggers!



Read More »

Wednesday, February 25, 2015

6 Reasons Why You Should Be Able To Speak English

The language in this blog is English but I am not English native speaker. Actually, I am from Indonesia and my country language is Indonesian. However, my Indonesian is still quite not good because there is more many things that should be learned to be able to speak Indonesian well. 

Today, I would like to share my not-so-good opinions about why we should be able to speak English.

1. English can help you doing assignments or research
Nowadays, both school and college students often go to internet or buy imported books to look for reliable answers for their assignments or researches. The materials that they want are often written in English. In order to finish their works, they need to understand the materials that they have got well. Also, in my country, there are some international programs or majors. In this programs or majors, in order to graduate, they must make thesis that should be all written in English. If not, you know what is going to happen, don't you?

2. English can help you in the job interviews

Actually, this is only based on the job interviews in my country. This is very related to globalization. Nowadays, most of companies always want to expand their businesses to other place even other countries. Therefore, they need human resources that are capable of speaking English. So, in the job interview, they often interview the applicants with English. You do not want to give up your dream job just because of language, do you?

3. English can help you find and have pen pals

Pen pals are people that you befriend that are from other countries. Usually, you get to know them only through internet or mail. By having pen pals, we can widen our point of view of this world. You can get know their countries, their cultures, their education, etc. Therefore, you should ask them with mutual understandable language, in this matter is English. Then, you can keep in touch with them and even you can meet up in your country or their countries. Life is awesome, right?

4. English can help you when you are travelling to other countries

No doubt for this. When you are travelling to other countries, you really don't want to mess up your travelling by not be able to communicate with their citizens, do you? English is very helpful even you travel to countries that its main language is not English (like my country, Thailand, Japan, South Korea, France, etc). You can avoid any embarrassment that might happen, you can explain to authorities what you were doing when you get caught, and so on.

5. English can help you help tourists when they ask you for help
I think this has quite big impact not only for yourselves, but also for your countries. If tourists can get any helps from citizens, they will feel comfortable and think that the country they are visiting is hospitable. Then, they will spread this good news to their friends or other people and eventually more tourists will come to your country. This also helps your country to be more well-known.

6. English can "upgrade" yourselves
By being able to speak English fluently actually can make yourself feel improved. You will feel that you have excellence among others. And this thing can ease your life in almost every aspect beside things above mentioned.


Then, where can we learn English?

Well, nowadays, learning process is quite easier because most of us can access internet. You can learn English through:
  • Internet, for example Memrise;
  • Join English course;
  • Buy grammar books;
  • Watching foreign movies or TV series with English subtitle;
  • Talking to yourselves with English;
  • Join English forum, and so on.
So, that's all my opinions about how important English is. If you have other opinions, please let me know by commenting. Thanks!


Source:

  • http://www.boston.com/jobs/galleries/job_interview_question_tips/
  • http://reallifeglobal.com/speaking-english-online-5-ways-to-improve-your-fluency/
  • http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-travelling-illustration-contains-transparent-objects-eps-image29778737
  • https://mettahu.wordpress.com/tag/improving-self-image/
  • http://www.deviantart.com/morelikethis/323959912


Read More »

Wednesday, December 03, 2014

Being "Kupu" Student is Just Right


Hello, blogger, we meet again this morning. I just want to say that I am such a bad blogger that I am very reluctant to update my blog whereas I got so many ideas in my mind but my mood didn't want me to write those in here. 

What I want to say is about joining a student committee or a student organization in university. In the beginning semester, I was very optimized that I could handle so many bustles if I joined some student committees and an organization. Then, here I am in the 3rd semester of my life in my university and I just come back to who I originally am. I become an not active student again because I just find some disadvantages of joining such things.

Punctuality, this is the main reason I stop joining such things. This is very related to one of main purpose of joining such things, time management. I know this and what I get from this is that we learn to plan how long each of our activities would last. However, I am in Indonesia where late is very tolerable because people can give so many alibis to support why they come late. Moreover, there are sometimes no punishments or even light penalties to it. For the case, here is a real example. There is a committee meeting today and I must attend at 3.00 pm at Hall D (one of my faculty buildings). I have arrived there at 2.45 pm so I have to wait them coming for about 30 minutes (there is 15 minutes late tolerance). It's still okay for me. Then, when it's 3.15 pm, there still very few members coming and the chief doesn't want to start the meeting because all members have not attended. This is very horrible and the time management concept becomes a bullshit. I have planned the meeting will last for about 2 hours if it's started punctually. What if not? My plan is ruined. Some of you will think that this is selfish but I don't think so. What if there is someone else who is the same with me? The committee is important, but ourselves are also important. 

I want to say some things about late. If I can't attend punctually, I will come late definitely. However, I always tell to my coordinator (if I become a staff) or my chief or leader (if I become a coordinator) that I am going to come late. So, the point is we also have to predict our spending time. I always predict what time I am gonna arrive if I go at this time, including the traffic jam. We should always watch our usual speed and max speed when we go by motorcycle or car so that we can predict our spending time. As well, we have to learn the road culture, that if the road is still good or there are some holes, those also can influence our journey to our destination and influence the time we spend too.

I am not a perfect guy and I often procrastinate (waste so much time). However, I always concern about this thing that makes me so confused and so horrible sometimes. Thanks!
Read More »

Most Commented

Add this widget

Most Read

Just Comment