Thursday, March 19, 2015

#TantanganMenulis: 2 Years Later


Sekarang, saya sudah 19 tahun. Usia yang menandakan bahwa masa-masa remaja yang penuh kelabilan dan kegalauan harus segera diakhiri. Sebentar lagi, 20, 21, 22, dst. Kenyataan yang pahit memang, ketika masa-masa yang lumayan buruk tapi menyenangkan harus ditinggalkan. 

Sebagai laki-laki, yang seharusnya cenderung berpikiran ke depan, saya malah sering berpikiran kekinian dan bahkan masa lalu. Saya sering meratapi masa lalu saya, atau dengan kata lain belum bisa memaafkan masa lalu saya sendiri karena saya sungguh menyesal atas segala hal buruk yang tidak bisa kuperbaiki yang saya lakukan di masa lalu. Oleh karena itu, karena saya laki-laki, saya mau mencoba berpikiran yang berorientasi ke masa depan. Menurut saya, saya berarti harus lebih berani untuk bermimpi. Bermimpi pun tidak harus yang terlalu jauh sampai puluhan tahun yang akan datang, namun, hari esok pun bisa dimimpikan, tetapi tidak terlalu besar. 

Dua tahun itu merupakan rentang waktu yang tepat untuk bermimpi, bermimpi untuk masa depan akan nasib saya ini. Mungkin, setelah tulisan ini selesai, saya bisa meredakan rasa penyesalan saya terhadap masa lalu saya yang cukup kelam. Walaupun demikian, dua tahun merupakan waktu yang terlalu singkat untuk mengubah semuanya. Namun, saya percaya, it's never too late. 

1. Lulus dengan nilai yang membanggakan
Saya tidak peduli dengan anggapan dan idealisme rekan-rekan saya yang menyebutkan "IPK itu tidak terlalu penting". Saya sudah tahu semuanya akan hal tersebut. Saya tahu konsekuensinya. Namun, diri saya ini tidak bisa mengorbankan akademik yang amat begitu penting. Tahun depan, saya sudah harus KKN (oh, damn T_T), yang merupakan salah satu kelemahan terbesar saya sampai saat ini. Setelah itu, di tahun yang sama, jika lancar dan tidak ada mata kuliah yang mengulang (amin), saya harus mengerjakan skripsi. Semoga, di tahap ini, saya bisa dengan tekun mengerjakan dan menyelesaikannya, bisa mempresentasikan proposal dan hasil penelitian saya dengan baik, dan yang paling utama bisa melakukan ujian pendadaran dengan lancar. Saya percaya, usaha keras tidak akan pernah menghianati, sekalipun saya fokus terus di bidang akademik. 

2. Berbicara dengan lancar dan tidak lola (slow thinker)
Mungkin saya memang gagu. Sejak kelas 7 SMP, saya mulai memiliki masalah ini dan sampai sekarang belum sepenuhnya terobati. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab saya untuk menghindari kegiatan-kegiatan sosial, debat, dan terkadang rapat. Namun, perlahan-lahan, kutukan ini mulai berkurang dan semakin berkurang (tapi masih ada). Dua tahun yang akan datang, semoga saya tidak slow thinker lagi dan bisa berbicara dengan lancar. Semoga saya sudah berani untuk menyampaikan dan menyanggah pendapat pada saat mengikuti suatu rapat ( dua tahun kemudian pun mungkin masih ada rapat). Semoga saya bisa mengikuti dengan baik tes wawancara perusahaan yang saya minati dan lolos sehingga saya bisa mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. 

3. Lebih bertanggungjawab

Juga merupakan salah satu hal tersulit yang ingin saya capai. Masih 19 tahun, mungkin di pikiran saya masih tertanam mental anak remaja yang masih labil dan kurang tahu diri. Namun, dua tahun mendatang sudah bagaikan dunia yang berbeda. Kurang bertanggung jawab saya pula yang membuat saya menjadi pribadi yang kurang terorganisasi, padahal saya terkena OCD. Untuk diri saya di dua tahun yang akan datang, semoga kau lebih bertanggung jawab dari dikau yang sekarang. Jangan pernah tidur kembali ketika alarm yang telah kau pasang setiap menjelang tidur berbunyi. Jangan pernah lupa di mana kau menaruh nota dan struk transaksi-transaksi yang penting. Jangan pernah lupa bahwa dirimu sudah dewasa, harus bisa hidup sendiri, tidak boleh homesick lagi. 

4. Bisa menghasilkan sesuatu yang positif dari blogging
Awal tahun 2015 meruapakan langkah awal diri saya untuk kembali aktif blogging setelah kira-kira 3 atau 4 tahun vakum blogging. Saat ini, blogging merupakan satu-satunya hobi saya. Blog ini masih bergenre personal dan random. Tulisan saya pun masih buruk. Untuk dua tahun kemudian, semoga blog ini bisa berubah genre, dari personal menjadi sesuatu yang lain yang bisa menghasilkan pendapatan. Semoga tulisan saya bisa semakin terus berkembang, kritis, namun tidak membosankan ketika dibaca. Semoga hobi saya yang ini bisa membuat saya memiliki pikiran yang lebih kritis dan peka terhadap segala fenomena yang terjadi di sekitar saya. 

5. Bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar
Saya pernah sempat berpikir, "Andai Indonesia dijajah oleh Inggris untuk waktu yang lama, pasti kita semua bisa berbahasa Inggris." Saya iri dengan negara-negara yang memiliki bahasa nasional bahasa Inggris. Mayoritas dari mereka terlihat lebih maju dan bisa mengundang lebih banyak turis asing ke negaranya. Dua tahun lagi, MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah memasukki tahun keduanya. Karena sudah bukan masa-masa pengenalan MEA, maka makin banyak tenaga-tenaga kerja dari negara-negara ASEAN yang akan masuk ke Indonesia dan bersaing dengan saya contohnya. Semoga sebelum masa pengenalan MEA berakhir, saya telah bisa menguasai bahasa Inggris, bisa berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar dan tepat, dan telah menambah cukup banyak perbendaharaan kata bahasa Inggris.

6. Ikut Asian Youth Day 2017 dan bertemu dengan Paus Fransiskus
Yang satu ini merupakan yang sangat spesial. Karena saya adalah seorang Katolik, saya sangat ingin sekali bertemu dengan Paus yang sedang menjabat saat ini, yaitu Paus Fransiskus. Namun, karena saya bukan orang yang mempunyai banyak uang untuk berlibur ke Vatikan atau Italia, hal tersebut menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, akan ada acara yang sangat besar bernama Asian Youth Day 2017 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Asian Youth Day adalah acara temu raya kaum muda Katolik se-Asia dan di saat itu lah Sri Paus akan datang untuk mengikuti Asian Youth Day yang akan dilaksanakan kalau tidak salah di Jakarta. Saya sungguh menanti-nanti akan hal ini sejak Asian Youth Day 2014 di Korea Selatan. Semoga saya bisa mempunyai dana yang cukup dan waktu luang untuk bisa mengikuti Asian Youth day 2017 di Jakarta. Semoga saya bisa bertemu dengan Sri Paus Fransiskus di acara tersebut. :")


Sebenarnya, mimpi saya untuk dua tahun yang akan datang masih banyak. Namun, yang saya sebutkan di atas merupakan mimpi-mimpi terbesar saya yang sangat ingin saya wujudkan. Bagaimana denganmu, bloggers? What are you going to be in two years?



Tulisan ini ditulis dalam rangka mengikuti event Tantang Menulis.

Picutres sources:
  • http://www.ccsf.edu/content/ccsf/en/student-services/admissions-and-registration/records/evaluation-and-graduation/_jcr_content/subheader-image/smallimage2.img.jpg/1370738959078.jpg
  • https://andrewjprokop.files.wordpress.com/2015/03/blogging-is-good.jpg
  • http://www.ensenalia.com/sites/default/files/imagecache/ampliacion/I%20love%20english1.png
Read More »

Saturday, March 07, 2015

Minggu Pertama di Semester 4


Halo, bloggers. Selamat berakhir pekan! Bagaimana minggu pertama kalian di bulan Maret ini? Semoga penuh dengan keburuntungan. Minggu pertama saya di bulan Maret mungkin agak kurang menyenangkan bagi saya karena saya menemukan beberapa hal yang sangat bertolak belakang dengan sifat saya. Di sinilah sifat OCD dan Social Anxiety saya diuji dan membuat saya frustasi. Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang apa yang saya alami selama minggu pertama di Maret ini.

Senin, 2 Maret 2015


Sayang sekali, saya tidak bisa membuat jadwal di mana hari Senin bisa meliburkan diri. First day of lecture or college in the fourth semester. Firasat saya, sih bakalan banyak hal-hal yang berbeda dari first day of college semester-semester sebelumnya. Biasanya sih, kita tidak akan galau mengenai KRS yang belum penuh atau pendaftaran praktikum yang telat. Tapi, kali ini berbeda sekali, bloggers.

Semester ini sungguh membingungkan dan rumit. Praktikum yang biasanya membuka pendaftaran saat kita masih liburan, ternyata dibuka saat sudah masuk dan sangat mepet dengan jam kuliah. Saya kuliah pertama pukul 10.15 dan saya datang ke kampus pukul 09.00 dengan harapan pendaftarannya bakal lancar bagaikan jalanan yang sepi dan bisa membantu mendaftarkan teman supaya bisa sekelompok. Tapi, ternyata saya salah.

Saat dibuka pukul 09.00, kita diharuskan mengantre sambil mengambil nomor antrian. Rasanya saat itu saya seperti sedang antre sembako di balai desa. Lalu, parahnya lagi, kuota kelompoknya tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang akan mendaftar, akibatnya harus membuat kelas lagi dan terpisah dengan beberapa teman. T_T

Selasa, 3 Maret 2015


Hari itu adalah hari pertama di jadwal di mana saya harus berangkat pagi, pukul 07.30. Hari ini di mana saya mulai merasa frustasi dan bingung apa yang akan saya dapatkan di semester ini.

Hari itu, kuliah pagi dengan dosen yang pintar dan komunikasinya sangat bagus. Kemampuan bahasa Inggrisnya pun bagus dan saya kagum. Namun, ketika beliau memberitahu bagaimana penilaian di kelasnya, saya mulai merasa frustasi. 

Beliau ingin para mahasiswa aktif dan bagi yang aktif akan mendapatkan nilai. Karena OCD, saya mulai berpikir, saya pasti bisa melakukannya dan tidak peduli dengan jawaban saya entah benar atau salah yang penting aktif. Tapi, eh tapi, karena OCD juga, saat mau menjawab, saya selalu enggan untuk mengangkat tangan saya karena saya terlalu takut kalau jawaban saya salah dan berpikir kalau salah, pasti ada orang yang ngomongin saya. 

Saat itu, saya mulai galau dan frustasi karena saya OCD dan juga terkena social anxiety. Saya tidak biasa berbicara di depan umum karena ketika saya melakukannya, saya merasa sangat berdebar-debar. Rasanya sangat tidak enak dan bisa menjurus ke panik. Dan saya bingung sampai tulisan ini di buat. 

Rabu, 4 Maret 2015


Akhirnya, setelah semester kemarin saya tidak bisa mendapatkan libur, semester ini saya bisa mendapatkan libur di hari Rabu. Beginilah keuntungan SKS, yaitu bisa membuat jadwal sendiri (dear anak SMA, beginilah kuliah :v)

Rabu kemarin, saya memutuskan untuk tetap di rumah. Haha. Rumah adalah tempat terbaik bagi saya karena saya tidak pernah merasa bosan di rumah. Semuanya itu berkat internet dan PC (thank God!). Hari itu saya menghabiskan Rabu dengan surf YouTube, melihat beberapa video yang kebanyakan adalah family vlogs; juga browse template blog yang pas yang ujung-ujungnya pakai template bawaan (such pathetic). 

Kamis, 5 Maret 2015


Akhirnya, tiba juga Kamis, hari di mana saya kuliah mata kuliah favorit saya. Favorit bukan karena saya bisa menguasainya dengan mudah, tapi karena mata kuliah inilah yang membuat saya selalu semangat untuk melanjutkan kuliah terlepas dari sifat dosen yang berbeda-beda.

Di kuliah makul favorit saya ini, saya senang karena saya akhirnya bisa merasakan kuliah dengan jumlah mahasiswa kurang dari 30 orang. Rasanya seperti rasa lega ketika hidung kita mampet. Biasanya satu kelas itu berisi lebih dari 50 orang. 

Dosennya pun menyenangkan. Beliau lebih banyak cerita namun cerita hal-hal yang membuat saya sangat penasaran, yaitu investasi. Beliau cerita pengalamannya berinvestasi yang menurut beliau bisa menimbulkan keuntungan yang besar. Beliau sebagian cerita mengenai investasi tanah dan rumah. Awalnya, saya tidak tertarik dengan hal seperti itu karena hal tersebut sifatnya gambling. Namun, setelah mendengarkan cerita beliau, saya jadi sangat tertarik. Investasi rumah dan tanah itu tidak biasa karena harganya yang menurut beliau selalu naik. Beliau pernah berinvestasi dengan membeli tanah Rp4 juta entah kapan, kemudian ia jual dengan harga Rp270 juta entah kapan. Mungkin, untuk memotivasi kami, beliau tidak menceritakan kapan karena saya yakin untuk mendapatkan harga demikian butuh waktu yang lama. 


Hari Kamis merupakan hari yang spesial rupanya karena dua makul memiliki cerita yang unik. Makul kedua ini, saya mendapatkan kejutan. Makul inilah pertama kalinya saya mendapat tugas kelompok di semester 4 ini. 

Tugas kelompok sebenarnya merupakan hal yang tidak saya sukai jika dan hanya jika orang-orang di kelompok tersebut terima jadi tok. Saya sungguh tidak suka ketika hanya saya yang bekerja atau beberapa orang yang bekerja tapi ada yang sama sekali tidak bekerja. Hambatan lain adalah ketika kamu tahu kamu bisa melakukannya, tapi karena ini tugas kelompok dan kamu melimpahkan pekerjaan itu kepada temanmu supaya bekerja, namun hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Di situlah muncul serba salah, pengen bilangin teman kita ya salah, diam ya nyesek juga, akhirnya dikerjakan ulang sendiri. Mungkin inilah orang OCD. 

Jumat, 6 Maret 2015


Jumat adalah hari kedua di mana saya punya kuliah pagi. Kali ini, kuliah dimulai pukul 07.00. Sehari sebelumnya, saya stress memikirkan bagaimana cara saya supaya bisa bangun lebih pagi dari biasanya (biasanya saya bangun 06.00). Pagi harinya, saya sebenarnya sudah bangun pukul 05.00 berkat alarm HP saya. Namun, karena efek liburan yang masih kuat, jadinya saya tidur lagi. Kemudian, saya terbangun pukul 06.20 dan saya panik.

Untungnya, saya bisa datang di kampus pukul 06.50 dan melakukan presensi fingerprint. Saya kuliah dengan dosen yang komunikatif lagi dan membuat suasana kelas tidak menjadi membosankan. Beliau ternyata orang yang sangat tepat waktu dan saya sangat kagum. Andai saja, orang-orang seperti beliau, saya tidak menjadi kesal dengan hidup saya di negara ini. Hal ini ada kaitannya dengan time management yang sangat penting di kehidupan kuliah.


Hari Sabtu tidak saya masukkan di sini karena hari Sabtu belum selesai dan saya tidak kuliah di hari Sabtu. Haha. Inti dari minggu pertama kuliah di semester 4 ini adalah saya frustasi. Bagaimana minggu pertama kuliahmu atau kerjamu? Please, don't be afraid to share yours here in the comments!


Source for pictures: 

  • http://thumb1.shutterstock.com/display_pic_with_logo/11994/238790770/stock-vector-university-word-business-collage-vector-background-238790770.jpg
  • http://thepinningmama.com/printablesschool/firstdayofschoolsignscollege.jpg
  • http://i.ytimg.com/vi/qRRemYuSwII/hqdefault.jpg
  • http://media.salemwebnetwork.com/ecards/wacky_holidays/lazyday.jpg
  • http://cdn2.blog-media.zillowstatic.com/1/iStock_000019551430XSmall-4d4312.jpg
  • http://cdn2.blog-media.zillowstatic.com/1/iStock_000019551430XSmall-4d4312.jpg
  • http://www.quickmeme.com/img/98/984f8f7e57f1c2d48ee88f22731d764e2a0e595785d60247264caedb2a9e09db.jpg
  • https://nemohs.files.wordpress.com/2014/01/depositphotos_13559127-always-on-time-punctual-reliability-clock.jpg
Read More »

Sunday, March 01, 2015

Joyeux Anniversaire, Ma L'École!


Happy Birthday, dear my alma mater, SMA Negeri 2 Purwokerto (Smada) yang ke-65. Sekolah yang hebat, sekolah yang memberikan saya banyak pengalaman. Menurut saya, tahun ini merupakan ultah Smada yang paling meriah semenjak saya mengetahui, bersekolah, dan menjadi alumni Smada. Pihak sekolah melalui OSIS selalu mengadakan Expo Smada dengan beragam tema dari tahun ke tahun.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini merupakan spesial karena tahun ini bertepatan dengan Lustrum ke-13. Lustrum adalah reuni akbar lima tahunan seluruh angkatan Smada dari tahun awal berdirinya Smada sampai angkatan paling muda, 2014. 

SMA Negeri 2 Purwokerto diambil dari linimasa  Facebook adik kelas
Betapa beruntungnya saya, saya telah mengikuti Lustrum dua kali. Lustrum pertama yang saya ikuti dilaksanakan pada 2010 dan acaranya asyik banget. Saat itu, saya masih duduk di kelas X semester dua dan salah satu agenda Lustrum adalah jalan sehat. Pada jalan sehat, seluruh siswa diwajibkan untuk memakai kostum yang menunjukkan kekhasan kelasnya. Berkat ide dari seseorang yang saya lupa siapa, akhirnya kelasku memakai kostum berbagai profesi yang ada di Indonesia. Saya kebagian menjadi dokter (poor myself) bersama Dhea. Ada yang menjadi satpol PP, penari, ustadz, dan lain-lain yang saya lupa detailnya. Dan maaf, tidak ada dokumentasinya karena foto-fotonya telah hilang entah kemana. T_T

Biasanya, Expo Smada diadakan pada tanggal 28/29 Februari atau 1 Maret (maaf saya lupa tepatnya T_T :D). Namun, karena bertepatan dengan Lustrum ke-13, Expo Smada tahun ini dimajukan pelaksanaannya menjadi 21 Februari 2015 dengan tema Supermassive. Sayangnya, saya tidak datang ke Expo karena masalah "pribadi". Hehe :D.

Namun, karena saya melewatkan Expo Smada, saya tidak melewatkan Lustrum ke-13 ini. Acara dilaksanakan pada 28 Februari 2015. Menurut saya, acara ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu acara pagi-siang dan acara malam. 



Part I - Acara Pagi-Siang

Acara pagi-siang dimulai dengan jalan sehat. Sayangnya (lagi), saya tidak mengikuti jalan sehat karena ketidakmandirian saya (aka selalu cari teman biar gak mati gaya di acara). Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan dari Ikhsan Idol dan salah satu artis yang saya tidak tahu namanya T_T (saat itu, saya belum datang). 

Akhirnya, setelah menunggu beberapa jam, sekitar pukul 10.00 WIB, saya akhirnya pergi ke Smada bersama Alfi. Pandangan saya dan Alfi terhadap Lustrum adalah bakalan banyak teman seangkatan (kami angkatan 2012) yang akan datang, paling tidak yang kuliah di Purwokerto. 

Suasana tepat saat kami datang
Tapi, ternyata, sama seperti tahun lalu, angkatan-angkatan 60, 70, 80, 90 mendominasi. Kami datang pun saat acara di mana ada artis yang tampil selesai. Namun, kami tidak merasa bosan atau mutung sedikit pun, malah kami merasa sangat senang. 

Selfie angkatan 2012 :D. Dari kiri ke kanan: Alfi, me, Dewi, Danu, dan Udin
Selanjutnya, kami bertemu dengan Udin, Dewi, dan Danu. Dewi, karena ketekunannya (haha), dia jadi penerima tamu pada saat acara jalan sehat sampai penampilan artis. Udin sedang menjaga stand dagangan baju reuni buatan kakaknya ditemani oleh Danu. Walaupun semuanya dari Unsoed, tapi nuansa reuninya berasa (haha). Sayangnya, setelah selfie di atas diambil, acara pagi-siang pun selesai. Para alumni pergi ke tempat di luar Smada di mana mereka melakukan reuni bersama angkatannya masing-masing. 


Foto bersama alumnus angkatan 1960 :D
Beliau sedang menjelaskan sejarah Banyumas di masa penjajahan :D

Namun, kami sangat beruntung karena kami bisa bertemu dengan alumnus angkatan 1960. Jika dikira-kira, beliau sekarang berusia kira-kira 73 tahun. Namun, beliau masih tampak sehat dan bugar, lho bloggers. Setelah itu, kami diizinkan oleh Tuhan untuk menambah pengetahuan kami, beliau mengajak kami untuk menyimak sejarah Banyumas di masa penjajahan Belanda. Karena suara musik dan nyanyian panggung yang terlalu keras dan posisi duduk saya yang terlalu jauh, saya menjadi kurang bisa memperhatikan dan menangkap semua hal yang dikatakan beliau. Namun, melihat teman saya Udin yang menyimak dengan antusias, beliau di usianya yang sudah senja tetap bisa menceritakan sejarah dengan sangat baik. 
Saya menyebutnya taman depan. Dulu, di situ gak ada pancuran air maupun jalan setapak. 
Saya menyebutnya taman tengah LOL. Dulu, di situ pun gak ada gazebo alami seperti di gambar. Cocok buat pacaran nih #eh
Nah, ini taman belakang. Dulu, di situ hanya ada tanah. Dan lagi, tempat yang pas buat pacaran #eh
Ini yang paling baru menurut saya, semacam rumah kaca. Mungkin buat menunjang praktikum biologi.
Sudah pakai keramik lho. Dulu, masih pakai tegel kaya rumah zaman dulu :D.

Selanjutnya, saya, Alfi, dan Dewi memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang. Sebenarnya, tujuan utama saya adalah untuk melihat keadaan Smada sekarang. Ternyata, dengan kurikulum 2013, sistem moving class sudah tidak diberlakukan lagi di Smada. Padahal, moving class itu bisa jadi alternatif diet lho, karena saya selalu berlomba dan berlari ke kelas berikutnya demi mendapatkan tempat duduk yang ideal. Hehe. Sekarang, sedang dibangun Masjid yang megah di lahan di mana dulunya berdiri Musala (saya mengikuti ejaan dari KBBI ya, bloggers) yang saya lupa namanya (gomenasai T_T). Selain itu, bakal ada Bank Mini yang disponsori oleh Bank Jateng (kalau gak salah, soalnya saya gak ambil fotonya). 

Kami juga pergi ke perpustakaan dan penjaganya pun masih sama seperti saat kami masih bersekolah di situ. Uniknya, beberapa buku masih berada di tempat yang sama dan dalam posisi yang sama, tidak berubah selama 3 tahun. Selanjutnya, kami pergi ke kantin untuk membeli soto khas Smada, Haha. Sayangnya, saya tidak ambil foto kantin karena saya lapar. :P. Grafiti di tembok sudah tidak ada tapi Ibu penjual soto masih ada. :D. Setelah kenyang, kami mengambil beberapa foto dulu, lalu pulang.



Part II - Acara Malam

Lebih ramai, bloggers!
Seperti tadi pagi, saya menunggu kabar dari Alfi kapan mau ke Smada lagi. Setelah bergalau ria, akhirnya kami pergi ke Smada kira-kira pukul 20.30 WIB. Tidak seperti tadi pagi yang lumayan sepi, kali ini sekolah dan jalanan pun sangat ramai. Agenda malam ini adalah pagelaran wayang kulit 3D yang didalangi oleh Ki Manteb, Ki Yakut, dan Ki Gandhik. Maksudnya 3D, wayang tidak ditampilkan melalui satu sisi saja, sisi depan, melainkan juga sisi belakang. Jadi, ada dalang yang duduk di depan, ada yang duduk di belakang, sehingga penonton bisa melihat dari dua sisi.

Duduk berdasarkan angkatan dan angkatan 2012 sangat sedikit yang datang T_T

Tidak seperti tadi siang, saya dan Alfi mengisi buku tamu dan bertemu beberapa guru yang sudah berdandan dengan ganteng, cantik, dan rapih. Awalnya, kami duduk di gerbong 12 seperti di foto, menikmati snack dan bertemu Habib dan Dea. Namun, karena Dea dan Habib pulang dan telinga saya tidak tahan dengan suara sinden yang terlalu keras, kami memutuskan untuk keluar dari gerbong. 

Kami akhirnya pergi beli roti canai Ayah yang mungkin sudah menjadi langganan buka stand di acara ultah Smada. Bagi Alfi, roti canai yang dibeli saat itu merupakan roti canai pertamanya. Setelah selesai makan roti canai, saya mulai berpikir, kenapa roti canai tidak dijadikan sebagai pengganti makanan pokok nasi. Kami kekenyangan!!! Padahal kami masing-masing hanya makan satu roti canai. Alhasil, perutku makin gak karuan rasanya dan pahaku makin sesak (lemakku terkumpul di bokong dan paha, bloggers, gak di perut, jadi saya memang aneh). 

Saya tidak bisa mengambil banyak foto karena saya hanya memakai kamera smartphone, bukan kamera DSLR dan cahaya sangat minim ketika keluar dari gerbong. Kami memutari panggung untuk melihat pagelaran wayang dari belakang dan penontonnya pun sangat banyak. Tidak hanya dari alumni, ternyata warga sekitar dan lain-lain juga menonton. Saya berbicara sendiri dan merasa senang mengetahui bahwa acara yang mereka selenggarakan ditonton oleh banyak orang (pesertanya banyak). Andai saja..............ah sudahlah. Haha :p

Well, karena kami kekenyangan dan Udin tidak kunjung datang (kami juga janjian dengan Udin), akhirnya kami putuskan untuk pulang kira-kira pukul 23.00 WIB. 


Semoga alma materku makin bagus, jaya, dan siswa-siswi yang dihasilkan bisa meningkatkan nama dan prestis Smada di mata universitas, kabupaten, provinsi, negara, maupun internasional. Maaf karena terlalu panjang tulisannya. Semoga bisa menikmati. Terima kasih, bloggers. God bless you!

Source: 

  • http://4cmarketing.co.uk/wp-content/uploads/2014/06/Birthday-word-cloud.jpg



Read More »

Most Commented

Add this widget

Most Read

Just Comment