Tuesday, March 03, 2015

Time Management is Nonsense?


Hello, bloggers. I decide to make this blog as a place for me to vent but not too harsh. The reason is because I want to make this blog keep alive while I run out of any good ideas. Actually, I vent a lot because I can't develop other self-defense mechanism. 

Anyway, let's get into the topic. I'd like to talk about time management. I will write based on my country's college culture. 

As a college or university student, this term is very familiar. I first heard this term when I was in orientation days at my first university (I quit from that university and now I go to my current university). This term is very related to academic and social life of us. My seniors always emphasized us, juniors, that we must be able to do this thing. In my opinion, I really agree on that.


Let's talk about the theory first (these all will be based on merely my opinion). Time management is the art (because it's management so I refer to one of the word I learned about management LOL) of make use of our time such that all of the things we have can be done in a day. 

We are required to be able to make schedule of all the things or responsibilities we have to do. After that, we must make priorities and decide which thing has the highest priority. Then, we do that thing. We should watch the time we need and we have spent. If your time needed for doing that thing is over, you should stop and do the next thing on your schedule. And so on until you have nothing remaining to do.




We can't know the future

When we make a schedule, we estimate that no other things will happen during the time something happening in your schedule. However, you are not God who can control time and know the future. As a result, we sometimes or often are surprised that something suddenly is happening in the middle of our schedule. We can't help but face it and it will ruin your schedule. If you can't finished doing a thing based on schedule, you will as not be able to do the next thing based on schedule. 

We are different from other people

What if you have made schedule perfectly, you have done the thing properly, but other people seem not to know about time management? That is horrible and sometimes frustrating. I usually face this kind of problem in organization. For example
There is a meeting today and we have made schedule for it. Let's say the meeting starts at 19.00. We have arrived on time or even earlier. However, there are many members, even the chief him/herself come late for about one hour and more. Whether we want it or not, as a good member, we have to wait for them so that the meeting can start. The meeting starts at 20.15. On your schedule, we are supposed to leave for home at 21.00 (we have asked the chief about this). However, because there were some member who came late, the meeting can't be finished based on our schedule. Again, whether we want it or not, we have to wait for it and keep joining the meeting until it's finished.
Do you understand? That is very terrible. That becomes like habit among us in Indonesia. If thing ends up like above, our schedule will be ruined. Me, I will be very frustrated and even I can worry so much about my ruined schedule.  

Focus on the time or the result?

This also becomes a dilemma. If we concern about our schedule, we should prioritize the time. Yet, if we concern about the result, we should prioritize the result. Usually, when we concern about the schedule and focus on the time, we can't do the things as perfect as possible. We will work those things perfunctorily. For easy going person, this may not be a big problem. 

What if we focus on the result? We probably can get the things as perfect as we want. We probably will get a very good score of it and we probably will feel very satisfied due to our effort. Nevertheless, we may ruin our own schedule because doing things perfectly needs a lot of time. This thing usually happens on OCD (Obsessive Compulsive Disorder), like me. 

We haven't known ourselves well

This means that we should know our capabilities. We should know what we can do and what we can't do. Then, we look at our schedule and think, "Can I do those thing?" This is related to what if we focus the result. It's not only focusing the result that will spend more time. When we know that we can't do certain things in our schedule but instead we keep going on, we will spend more time to finish it. 

Moreover, will the result be as good as we expect? I don't think so because we know that we can't do that. Sometimes, this can get more horrible if we keep going on. 


The fact that I write above is based on merely my experience. Now, I am still struggling to find the best way to manage my time, especially if it deals with other people that always like to not respect the time. I hope this is interesting to read and I apologize if my English is still horrible. Thanks for reading and God bless you!

Source:

  • http://thumbs.dreamstime.com/z/time-management-words-clock-timer-managing-hours-prioritizing-your-minutes-scheduling-important-moments-events-32993937.jpg
  • http://optionsforher.ca/web/rwx_gallery/thumbs/1329531963_theory_logo.jpg
  • http://archive.freeenterprise.com/sites/default/files/styles/large/public/media/00_LEGAL_shutterstock_34651474_FactMagnify_659px.jpg?itok=y_QoHSiV
  • http://www.troll.me/images/dawson-crying/im-sad-and-confused.jpg


Read More »

Sunday, March 01, 2015

Joyeux Anniversaire, Ma L'École!


Happy Birthday, dear my alma mater, SMA Negeri 2 Purwokerto (Smada) yang ke-65. Sekolah yang hebat, sekolah yang memberikan saya banyak pengalaman. Menurut saya, tahun ini merupakan ultah Smada yang paling meriah semenjak saya mengetahui, bersekolah, dan menjadi alumni Smada. Pihak sekolah melalui OSIS selalu mengadakan Expo Smada dengan beragam tema dari tahun ke tahun.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini merupakan spesial karena tahun ini bertepatan dengan Lustrum ke-13. Lustrum adalah reuni akbar lima tahunan seluruh angkatan Smada dari tahun awal berdirinya Smada sampai angkatan paling muda, 2014. 

SMA Negeri 2 Purwokerto diambil dari linimasa  Facebook adik kelas
Betapa beruntungnya saya, saya telah mengikuti Lustrum dua kali. Lustrum pertama yang saya ikuti dilaksanakan pada 2010 dan acaranya asyik banget. Saat itu, saya masih duduk di kelas X semester dua dan salah satu agenda Lustrum adalah jalan sehat. Pada jalan sehat, seluruh siswa diwajibkan untuk memakai kostum yang menunjukkan kekhasan kelasnya. Berkat ide dari seseorang yang saya lupa siapa, akhirnya kelasku memakai kostum berbagai profesi yang ada di Indonesia. Saya kebagian menjadi dokter (poor myself) bersama Dhea. Ada yang menjadi satpol PP, penari, ustadz, dan lain-lain yang saya lupa detailnya. Dan maaf, tidak ada dokumentasinya karena foto-fotonya telah hilang entah kemana. T_T

Biasanya, Expo Smada diadakan pada tanggal 28/29 Februari atau 1 Maret (maaf saya lupa tepatnya T_T :D). Namun, karena bertepatan dengan Lustrum ke-13, Expo Smada tahun ini dimajukan pelaksanaannya menjadi 21 Februari 2015 dengan tema Supermassive. Sayangnya, saya tidak datang ke Expo karena masalah "pribadi". Hehe :D.

Namun, karena saya melewatkan Expo Smada, saya tidak melewatkan Lustrum ke-13 ini. Acara dilaksanakan pada 28 Februari 2015. Menurut saya, acara ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu acara pagi-siang dan acara malam. 



Part I - Acara Pagi-Siang

Acara pagi-siang dimulai dengan jalan sehat. Sayangnya (lagi), saya tidak mengikuti jalan sehat karena ketidakmandirian saya (aka selalu cari teman biar gak mati gaya di acara). Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan dari Ikhsan Idol dan salah satu artis yang saya tidak tahu namanya T_T (saat itu, saya belum datang). 

Akhirnya, setelah menunggu beberapa jam, sekitar pukul 10.00 WIB, saya akhirnya pergi ke Smada bersama Alfi. Pandangan saya dan Alfi terhadap Lustrum adalah bakalan banyak teman seangkatan (kami angkatan 2012) yang akan datang, paling tidak yang kuliah di Purwokerto. 

Suasana tepat saat kami datang
Tapi, ternyata, sama seperti tahun lalu, angkatan-angkatan 60, 70, 80, 90 mendominasi. Kami datang pun saat acara di mana ada artis yang tampil selesai. Namun, kami tidak merasa bosan atau mutung sedikit pun, malah kami merasa sangat senang. 

Selfie angkatan 2012 :D. Dari kiri ke kanan: Alfi, me, Dewi, Danu, dan Udin
Selanjutnya, kami bertemu dengan Udin, Dewi, dan Danu. Dewi, karena ketekunannya (haha), dia jadi penerima tamu pada saat acara jalan sehat sampai penampilan artis. Udin sedang menjaga stand dagangan baju reuni buatan kakaknya ditemani oleh Danu. Walaupun semuanya dari Unsoed, tapi nuansa reuninya berasa (haha). Sayangnya, setelah selfie di atas diambil, acara pagi-siang pun selesai. Para alumni pergi ke tempat di luar Smada di mana mereka melakukan reuni bersama angkatannya masing-masing. 


Foto bersama alumnus angkatan 1960 :D
Beliau sedang menjelaskan sejarah Banyumas di masa penjajahan :D

Namun, kami sangat beruntung karena kami bisa bertemu dengan alumnus angkatan 1960. Jika dikira-kira, beliau sekarang berusia kira-kira 73 tahun. Namun, beliau masih tampak sehat dan bugar, lho bloggers. Setelah itu, kami diizinkan oleh Tuhan untuk menambah pengetahuan kami, beliau mengajak kami untuk menyimak sejarah Banyumas di masa penjajahan Belanda. Karena suara musik dan nyanyian panggung yang terlalu keras dan posisi duduk saya yang terlalu jauh, saya menjadi kurang bisa memperhatikan dan menangkap semua hal yang dikatakan beliau. Namun, melihat teman saya Udin yang menyimak dengan antusias, beliau di usianya yang sudah senja tetap bisa menceritakan sejarah dengan sangat baik. 
Saya menyebutnya taman depan. Dulu, di situ gak ada pancuran air maupun jalan setapak. 
Saya menyebutnya taman tengah LOL. Dulu, di situ pun gak ada gazebo alami seperti di gambar. Cocok buat pacaran nih #eh
Nah, ini taman belakang. Dulu, di situ hanya ada tanah. Dan lagi, tempat yang pas buat pacaran #eh
Ini yang paling baru menurut saya, semacam rumah kaca. Mungkin buat menunjang praktikum biologi.
Sudah pakai keramik lho. Dulu, masih pakai tegel kaya rumah zaman dulu :D.

Selanjutnya, saya, Alfi, dan Dewi memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang. Sebenarnya, tujuan utama saya adalah untuk melihat keadaan Smada sekarang. Ternyata, dengan kurikulum 2013, sistem moving class sudah tidak diberlakukan lagi di Smada. Padahal, moving class itu bisa jadi alternatif diet lho, karena saya selalu berlomba dan berlari ke kelas berikutnya demi mendapatkan tempat duduk yang ideal. Hehe. Sekarang, sedang dibangun Masjid yang megah di lahan di mana dulunya berdiri Musala (saya mengikuti ejaan dari KBBI ya, bloggers) yang saya lupa namanya (gomenasai T_T). Selain itu, bakal ada Bank Mini yang disponsori oleh Bank Jateng (kalau gak salah, soalnya saya gak ambil fotonya). 

Kami juga pergi ke perpustakaan dan penjaganya pun masih sama seperti saat kami masih bersekolah di situ. Uniknya, beberapa buku masih berada di tempat yang sama dan dalam posisi yang sama, tidak berubah selama 3 tahun. Selanjutnya, kami pergi ke kantin untuk membeli soto khas Smada, Haha. Sayangnya, saya tidak ambil foto kantin karena saya lapar. :P. Grafiti di tembok sudah tidak ada tapi Ibu penjual soto masih ada. :D. Setelah kenyang, kami mengambil beberapa foto dulu, lalu pulang.



Part II - Acara Malam

Lebih ramai, bloggers!
Seperti tadi pagi, saya menunggu kabar dari Alfi kapan mau ke Smada lagi. Setelah bergalau ria, akhirnya kami pergi ke Smada kira-kira pukul 20.30 WIB. Tidak seperti tadi pagi yang lumayan sepi, kali ini sekolah dan jalanan pun sangat ramai. Agenda malam ini adalah pagelaran wayang kulit 3D yang didalangi oleh Ki Manteb, Ki Yakut, dan Ki Gandhik. Maksudnya 3D, wayang tidak ditampilkan melalui satu sisi saja, sisi depan, melainkan juga sisi belakang. Jadi, ada dalang yang duduk di depan, ada yang duduk di belakang, sehingga penonton bisa melihat dari dua sisi.

Duduk berdasarkan angkatan dan angkatan 2012 sangat sedikit yang datang T_T

Tidak seperti tadi siang, saya dan Alfi mengisi buku tamu dan bertemu beberapa guru yang sudah berdandan dengan ganteng, cantik, dan rapih. Awalnya, kami duduk di gerbong 12 seperti di foto, menikmati snack dan bertemu Habib dan Dea. Namun, karena Dea dan Habib pulang dan telinga saya tidak tahan dengan suara sinden yang terlalu keras, kami memutuskan untuk keluar dari gerbong. 

Kami akhirnya pergi beli roti canai Ayah yang mungkin sudah menjadi langganan buka stand di acara ultah Smada. Bagi Alfi, roti canai yang dibeli saat itu merupakan roti canai pertamanya. Setelah selesai makan roti canai, saya mulai berpikir, kenapa roti canai tidak dijadikan sebagai pengganti makanan pokok nasi. Kami kekenyangan!!! Padahal kami masing-masing hanya makan satu roti canai. Alhasil, perutku makin gak karuan rasanya dan pahaku makin sesak (lemakku terkumpul di bokong dan paha, bloggers, gak di perut, jadi saya memang aneh). 

Saya tidak bisa mengambil banyak foto karena saya hanya memakai kamera smartphone, bukan kamera DSLR dan cahaya sangat minim ketika keluar dari gerbong. Kami memutari panggung untuk melihat pagelaran wayang dari belakang dan penontonnya pun sangat banyak. Tidak hanya dari alumni, ternyata warga sekitar dan lain-lain juga menonton. Saya berbicara sendiri dan merasa senang mengetahui bahwa acara yang mereka selenggarakan ditonton oleh banyak orang (pesertanya banyak). Andai saja..............ah sudahlah. Haha :p

Well, karena kami kekenyangan dan Udin tidak kunjung datang (kami juga janjian dengan Udin), akhirnya kami putuskan untuk pulang kira-kira pukul 23.00 WIB. 


Semoga alma materku makin bagus, jaya, dan siswa-siswi yang dihasilkan bisa meningkatkan nama dan prestis Smada di mata universitas, kabupaten, provinsi, negara, maupun internasional. Maaf karena terlalu panjang tulisannya. Semoga bisa menikmati. Terima kasih, bloggers. God bless you!

Source: 

  • http://4cmarketing.co.uk/wp-content/uploads/2014/06/Birthday-word-cloud.jpg



Read More »

Saturday, February 28, 2015

Kata Siapa Liburan Di Rumah itu Membosankan?


Halo, bloggers. Bagaimana hari Sabtumu? Saya harap, sih tidak ada kejadian aneh dan buruk yang menimpa kalian. Hari ini adalah H-2 menjelang kuliah perdana di semester empat dan liburan semester tiga selama satu bulan lebih ternyata sudah hampir berakhir; di situ terkadang saya merasa sedih. 

Tidak seperti teman-teman saya atau kebanyakan orang yang menghabiskan waktu liburan mereka untuk melakukan banyak hal yang asyik dan di luar rumah, saya malah memilih untuk liburan di rumah dan di kamar saya yang mungkin bagaikan surga saya di bumi ini.

Namun, liburan di rumah dalam waktu yang lama ternyata tidak sebosan yang kebanyakan orang bilang. Saya malah sangat menikmati liburan semester tiga ini, walaupun bukan liburan terbaik sih. Cukup banyak hal yang bisa dilakukan di rumah ketika di rumah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah yang bisa membuat saya tidak merasa bosan sama sekali selama liburan kali ini:


1. Menjelajah dunia maya


Source: http://watermarked.cutcaster.com/cutcaster-photo-801067235-Boy-Surf-the-Internet-on-a-keyboard.jpg
Jangan langsung berpikir negatif ketika membaca subjudul yang pertama ini, ya bloggers. Dunia maya memang seperti dunia nyata, ada hal positif dan ada hal negatif. Saya hanya share yang positif saja, ya, kalau yang negatif sepertinya banyak dari kalian yang sudah tahu haha. 

Modal utama adalah PC/smartphone/tablet dan internet. 

Di dunia maya, banyak hal mengagumkan yang bisa kalian temukan. Kalau saya, hal yang paling mengagumkan yang pernah saya temui di internet adalah YouTube. Mengapa mengagumkan? Di sana, saya ternyata bisa mempelajari sedikit budaya negara lain. Tapi, saya menemukannya bukan dari video-video utama mereka, melainkan melalui vlog. Apa itu vlog? Vlog adalah video yang diunggah para pemilik channel mengenai apa yang akan dilakukan ke depannya, alasan mengapa tidak mengunggah video, Q&A sessions, aktivitas para youtuber selain mengunggah video, dan lain-lain. Malahan, ada channel yang khusus untuk vlog dan mereka kebanyakan adalah keluarga. Budaya yang bisa saya pelajari yang paling kentara adalah aksen bahasa Inggris. Aksen bahasa Inggris Amerika tentu sudah sangat familiar, bagaimana dengan aksen bahasa Inggris Irlandia, Inggris Britania Raya, Inggris Spanyol, Inggris Swedia? Hoah, keren-keren sekali, bloggers! :D

Selain YouTube, saya juga mendapatkan tutorial Adobe Photoshop. Bagi beberapa orang yang mahir, mungkin hal ini biasa, namun bagi saya yang sangat payah dalam hal editing foto, saya merasa luar biasa senang. :D. Saya sangat senang karena ternyata untuk belajar Photoshop, saya tidak harus beli buku di toko buku dengan harga yang lumayan tidak terjangkau. Sampai sekarang, saya masih berusaha untuk mempelajari tutorial-tutorialnya.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dilakukan di dunia maya. Namun, dua hal tersebut lah yang menurut saya paling besar yang pernah saya dapatkan dari dunia maya. :D

2. Mengerjakan pekerjaan rumah


Source: http://www.goldsgym.co.id/assets/img/content/housewife.png
Maksudnya bukan PR yang didapat dari sekolah ya, bloggers. Maksudnya adalah membantu orang tua.

Modalnya adalah niat.

Pertama, kalian bisa membantu memasak. Mungkin bagi perempuan hal ini sudah biasa, namun bagaimana kalau laki-laki? Kalau saya, memasak itu sangat mengasyikan. Kita bisa mengenal berbagai macam bumbu-bumbu dapur dan peralatan masak yang mungkin suatu saat berguna bagi diri kita sendiri. Misalnya, ketika KKN kita bisa membantu para warga untuk memasak daripada gabut tidak jelas, atau ketika sedang merantau kita bisa memasak untuk seluruh orang-orang kontrakan daripada beli makanan yang menghabiskan uang jajan kalian.

Kedua, kalian bisa membantu mencuci. Manfaatnya hampir sama seperti di atas, kecuali mencucikan pakaian teman kalian satu kontrakan atau satu kostan :P. Intinya, kalian bisa menghemat uang kalian untuk laundry jika bisa mencuci sendiri jika sedang merantau. Selain itu, kalian bisa pamer ke teman-temanmu kalau tanganmu itu kasar seperti kuli. :P

Ketiga, membantu menyetrika. Pekerjaan ini sangat menipu mata, bloggers. Awalnya, saya kira hanya berdiri atau duduk di depan meja itu tidak menguras keringat. Tapi, setelah saya praktikan, itu hanya omong kosong. Menyetrika itu bisa jadi alternatif bagi kalian yang sedang diet karena keringat kalian akan mengucur deras padahal tidak merasa capek sedikit pun. (y)

Dan masih banyak lagi, ya bloggers. :D

3. Merapihkan kamar




Banyak dari bloggers yang mengeluh kamarnya seperti kapal pecah, kan? Waktu liburan adalah saatnya untuk merapihkan kamar kalian tercinta. Ada yang bilang kalau merapihkan kamar bisa menemukan harta karun yang telah hilang. Benar sekali, aktivitas ini bisa membuat kita menemukan barang-barang lama yang kita tinggal atau tertinggal di tumpukkan-tumpukkan kertas atau buku-buku.

Kegiatan ini salah bentuk latihan tanggung jawab, ya bloggers. Kita dilatih untuk bertanggung jawab terhadap kamar kita tercinta sendiri. Misalnya, kalau kalian punya pembantu di rumah terus kalian minta pembantu untuk merapihkan kamar lalu kalian kaget ada barang yang hilang, kalian akhirnya menyalahkan pembantu. Jangan seperti itu ya, bloggers. Karena sudah besar dan telah dianggap manusia dewasa, kita harus bertanggung jawab terhadap hal-hal yang kita punya, termasuk kamar kita.


Yap, itulah yang saya bisa sampaikan. Tiga hal di atas merupakan sedikit hal yang bisa dilakukan ketika liburan di rumah. Sebenarnya, masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan yang bisa saya sebutkan, namun itu tergantung selera masing-masing. Terima kasih, bloggers!



Read More »

Wednesday, February 25, 2015

6 Reasons Why You Should Be Able To Speak English

The language in this blog is English but I am not English native speaker. Actually, I am from Indonesia and my country language is Indonesian. However, my Indonesian is still quite not good because there is more many things that should be learned to be able to speak Indonesian well. 

Today, I would like to share my not-so-good opinions about why we should be able to speak English.

1. English can help you doing assignments or research
Nowadays, both school and college students often go to internet or buy imported books to look for reliable answers for their assignments or researches. The materials that they want are often written in English. In order to finish their works, they need to understand the materials that they have got well. Also, in my country, there are some international programs or majors. In this programs or majors, in order to graduate, they must make thesis that should be all written in English. If not, you know what is going to happen, don't you?

2. English can help you in the job interviews

Actually, this is only based on the job interviews in my country. This is very related to globalization. Nowadays, most of companies always want to expand their businesses to other place even other countries. Therefore, they need human resources that are capable of speaking English. So, in the job interview, they often interview the applicants with English. You do not want to give up your dream job just because of language, do you?

3. English can help you find and have pen pals

Pen pals are people that you befriend that are from other countries. Usually, you get to know them only through internet or mail. By having pen pals, we can widen our point of view of this world. You can get know their countries, their cultures, their education, etc. Therefore, you should ask them with mutual understandable language, in this matter is English. Then, you can keep in touch with them and even you can meet up in your country or their countries. Life is awesome, right?

4. English can help you when you are travelling to other countries

No doubt for this. When you are travelling to other countries, you really don't want to mess up your travelling by not be able to communicate with their citizens, do you? English is very helpful even you travel to countries that its main language is not English (like my country, Thailand, Japan, South Korea, France, etc). You can avoid any embarrassment that might happen, you can explain to authorities what you were doing when you get caught, and so on.

5. English can help you help tourists when they ask you for help
I think this has quite big impact not only for yourselves, but also for your countries. If tourists can get any helps from citizens, they will feel comfortable and think that the country they are visiting is hospitable. Then, they will spread this good news to their friends or other people and eventually more tourists will come to your country. This also helps your country to be more well-known.

6. English can "upgrade" yourselves
By being able to speak English fluently actually can make yourself feel improved. You will feel that you have excellence among others. And this thing can ease your life in almost every aspect beside things above mentioned.


Then, where can we learn English?

Well, nowadays, learning process is quite easier because most of us can access internet. You can learn English through:
  • Internet, for example Memrise;
  • Join English course;
  • Buy grammar books;
  • Watching foreign movies or TV series with English subtitle;
  • Talking to yourselves with English;
  • Join English forum, and so on.
So, that's all my opinions about how important English is. If you have other opinions, please let me know by commenting. Thanks!


Source:

  • http://www.boston.com/jobs/galleries/job_interview_question_tips/
  • http://reallifeglobal.com/speaking-english-online-5-ways-to-improve-your-fluency/
  • http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-travelling-illustration-contains-transparent-objects-eps-image29778737
  • https://mettahu.wordpress.com/tag/improving-self-image/
  • http://www.deviantart.com/morelikethis/323959912


Read More »

Most Commented

Add this widget

Most Read

Just Comment