Saturday, March 07, 2015

Minggu Pertama di Semester 4


Halo, bloggers. Selamat berakhir pekan! Bagaimana minggu pertama kalian di bulan Maret ini? Semoga penuh dengan keburuntungan. Minggu pertama saya di bulan Maret mungkin agak kurang menyenangkan bagi saya karena saya menemukan beberapa hal yang sangat bertolak belakang dengan sifat saya. Di sinilah sifat OCD dan Social Anxiety saya diuji dan membuat saya frustasi. Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang apa yang saya alami selama minggu pertama di Maret ini.

Senin, 2 Maret 2015


Sayang sekali, saya tidak bisa membuat jadwal di mana hari Senin bisa meliburkan diri. First day of lecture or college in the fourth semester. Firasat saya, sih bakalan banyak hal-hal yang berbeda dari first day of college semester-semester sebelumnya. Biasanya sih, kita tidak akan galau mengenai KRS yang belum penuh atau pendaftaran praktikum yang telat. Tapi, kali ini berbeda sekali, bloggers.

Semester ini sungguh membingungkan dan rumit. Praktikum yang biasanya membuka pendaftaran saat kita masih liburan, ternyata dibuka saat sudah masuk dan sangat mepet dengan jam kuliah. Saya kuliah pertama pukul 10.15 dan saya datang ke kampus pukul 09.00 dengan harapan pendaftarannya bakal lancar bagaikan jalanan yang sepi dan bisa membantu mendaftarkan teman supaya bisa sekelompok. Tapi, ternyata saya salah.

Saat dibuka pukul 09.00, kita diharuskan mengantre sambil mengambil nomor antrian. Rasanya saat itu saya seperti sedang antre sembako di balai desa. Lalu, parahnya lagi, kuota kelompoknya tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang akan mendaftar, akibatnya harus membuat kelas lagi dan terpisah dengan beberapa teman. T_T

Selasa, 3 Maret 2015


Hari itu adalah hari pertama di jadwal di mana saya harus berangkat pagi, pukul 07.30. Hari ini di mana saya mulai merasa frustasi dan bingung apa yang akan saya dapatkan di semester ini.

Hari itu, kuliah pagi dengan dosen yang pintar dan komunikasinya sangat bagus. Kemampuan bahasa Inggrisnya pun bagus dan saya kagum. Namun, ketika beliau memberitahu bagaimana penilaian di kelasnya, saya mulai merasa frustasi. 

Beliau ingin para mahasiswa aktif dan bagi yang aktif akan mendapatkan nilai. Karena OCD, saya mulai berpikir, saya pasti bisa melakukannya dan tidak peduli dengan jawaban saya entah benar atau salah yang penting aktif. Tapi, eh tapi, karena OCD juga, saat mau menjawab, saya selalu enggan untuk mengangkat tangan saya karena saya terlalu takut kalau jawaban saya salah dan berpikir kalau salah, pasti ada orang yang ngomongin saya. 

Saat itu, saya mulai galau dan frustasi karena saya OCD dan juga terkena social anxiety. Saya tidak biasa berbicara di depan umum karena ketika saya melakukannya, saya merasa sangat berdebar-debar. Rasanya sangat tidak enak dan bisa menjurus ke panik. Dan saya bingung sampai tulisan ini di buat. 

Rabu, 4 Maret 2015


Akhirnya, setelah semester kemarin saya tidak bisa mendapatkan libur, semester ini saya bisa mendapatkan libur di hari Rabu. Beginilah keuntungan SKS, yaitu bisa membuat jadwal sendiri (dear anak SMA, beginilah kuliah :v)

Rabu kemarin, saya memutuskan untuk tetap di rumah. Haha. Rumah adalah tempat terbaik bagi saya karena saya tidak pernah merasa bosan di rumah. Semuanya itu berkat internet dan PC (thank God!). Hari itu saya menghabiskan Rabu dengan surf YouTube, melihat beberapa video yang kebanyakan adalah family vlogs; juga browse template blog yang pas yang ujung-ujungnya pakai template bawaan (such pathetic). 

Kamis, 5 Maret 2015


Akhirnya, tiba juga Kamis, hari di mana saya kuliah mata kuliah favorit saya. Favorit bukan karena saya bisa menguasainya dengan mudah, tapi karena mata kuliah inilah yang membuat saya selalu semangat untuk melanjutkan kuliah terlepas dari sifat dosen yang berbeda-beda.

Di kuliah makul favorit saya ini, saya senang karena saya akhirnya bisa merasakan kuliah dengan jumlah mahasiswa kurang dari 30 orang. Rasanya seperti rasa lega ketika hidung kita mampet. Biasanya satu kelas itu berisi lebih dari 50 orang. 

Dosennya pun menyenangkan. Beliau lebih banyak cerita namun cerita hal-hal yang membuat saya sangat penasaran, yaitu investasi. Beliau cerita pengalamannya berinvestasi yang menurut beliau bisa menimbulkan keuntungan yang besar. Beliau sebagian cerita mengenai investasi tanah dan rumah. Awalnya, saya tidak tertarik dengan hal seperti itu karena hal tersebut sifatnya gambling. Namun, setelah mendengarkan cerita beliau, saya jadi sangat tertarik. Investasi rumah dan tanah itu tidak biasa karena harganya yang menurut beliau selalu naik. Beliau pernah berinvestasi dengan membeli tanah Rp4 juta entah kapan, kemudian ia jual dengan harga Rp270 juta entah kapan. Mungkin, untuk memotivasi kami, beliau tidak menceritakan kapan karena saya yakin untuk mendapatkan harga demikian butuh waktu yang lama. 


Hari Kamis merupakan hari yang spesial rupanya karena dua makul memiliki cerita yang unik. Makul kedua ini, saya mendapatkan kejutan. Makul inilah pertama kalinya saya mendapat tugas kelompok di semester 4 ini. 

Tugas kelompok sebenarnya merupakan hal yang tidak saya sukai jika dan hanya jika orang-orang di kelompok tersebut terima jadi tok. Saya sungguh tidak suka ketika hanya saya yang bekerja atau beberapa orang yang bekerja tapi ada yang sama sekali tidak bekerja. Hambatan lain adalah ketika kamu tahu kamu bisa melakukannya, tapi karena ini tugas kelompok dan kamu melimpahkan pekerjaan itu kepada temanmu supaya bekerja, namun hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Di situlah muncul serba salah, pengen bilangin teman kita ya salah, diam ya nyesek juga, akhirnya dikerjakan ulang sendiri. Mungkin inilah orang OCD. 

Jumat, 6 Maret 2015


Jumat adalah hari kedua di mana saya punya kuliah pagi. Kali ini, kuliah dimulai pukul 07.00. Sehari sebelumnya, saya stress memikirkan bagaimana cara saya supaya bisa bangun lebih pagi dari biasanya (biasanya saya bangun 06.00). Pagi harinya, saya sebenarnya sudah bangun pukul 05.00 berkat alarm HP saya. Namun, karena efek liburan yang masih kuat, jadinya saya tidur lagi. Kemudian, saya terbangun pukul 06.20 dan saya panik.

Untungnya, saya bisa datang di kampus pukul 06.50 dan melakukan presensi fingerprint. Saya kuliah dengan dosen yang komunikatif lagi dan membuat suasana kelas tidak menjadi membosankan. Beliau ternyata orang yang sangat tepat waktu dan saya sangat kagum. Andai saja, orang-orang seperti beliau, saya tidak menjadi kesal dengan hidup saya di negara ini. Hal ini ada kaitannya dengan time management yang sangat penting di kehidupan kuliah.


Hari Sabtu tidak saya masukkan di sini karena hari Sabtu belum selesai dan saya tidak kuliah di hari Sabtu. Haha. Inti dari minggu pertama kuliah di semester 4 ini adalah saya frustasi. Bagaimana minggu pertama kuliahmu atau kerjamu? Please, don't be afraid to share yours here in the comments!


Source for pictures: 

  • http://thumb1.shutterstock.com/display_pic_with_logo/11994/238790770/stock-vector-university-word-business-collage-vector-background-238790770.jpg
  • http://thepinningmama.com/printablesschool/firstdayofschoolsignscollege.jpg
  • http://i.ytimg.com/vi/qRRemYuSwII/hqdefault.jpg
  • http://media.salemwebnetwork.com/ecards/wacky_holidays/lazyday.jpg
  • http://cdn2.blog-media.zillowstatic.com/1/iStock_000019551430XSmall-4d4312.jpg
  • http://cdn2.blog-media.zillowstatic.com/1/iStock_000019551430XSmall-4d4312.jpg
  • http://www.quickmeme.com/img/98/984f8f7e57f1c2d48ee88f22731d764e2a0e595785d60247264caedb2a9e09db.jpg
  • https://nemohs.files.wordpress.com/2014/01/depositphotos_13559127-always-on-time-punctual-reliability-clock.jpg

33 comments:

  1. Replies
    1. bikin jadwal sendiri? Enak. Yang lain itu entah haha.

      Delete
  2. Duh, kalo ditempatku sistemnya paket ya jadi mau ngga mau harus terima jadi makul apa aja yang ada di semester ini. Ngga ada sensasi rebutan kelas juga sih jadinya. Semuanya aman dan sentausa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh asma :v Haha. Jurusan apa sih? :o. Iya sih, dan harus terima dosennya apa adanya.
      Nah itu enaknya sebenarnya dan bagian pendidikannya gak bakal diprotes terus haha :D

      Delete
  3. minggu pertama ketika melakukan sesuatu yang baru pasti bakal shock banget, dan gue pun mengalaminya ketika bekerja men.. untungnya skarang semua udah aman terkendali meski masih terus berdebar-debar takut salah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih bener. Cuma tidak seperti masa lalu yang bikin kaget. Good job! (y)

      Delete
  4. Replies
    1. Pengennya sih. Tapi karena ane kena OCD, jadi rada susah. Pikirannya gak2. Hehe. :D

      Delete
  5. serba serbi anak kuliahan deh bro.
    terkadang gue juga pingin cepet2 lulus untuk nyoba jadi mahasiswa..
    tapi gue rasa, gue belum siap untuk menginjak lantai kampus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nikmati aja dulu bro masa2 SMAmu yang indah. Kuliah itu gak sewah dan seenak yang dibayangkan dan dikatakan oleh para alumni SMAmu saat sosialisasi universitasnya. It's okay, it's normal :D

      Delete
  6. itu kayaknya emang semester 4 berat banget, besok kalo saya semester 4 semoga nggak berat ya hihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata kakak tingkat memang semester 4 itu paling berat, hampir di semua universitas dan semua jurusan. Amin heheheh

      Delete
  7. Wah, sob, itu rasanya berat banget, apalagi ditambah OCD + SAD. Apalagi yang namanya tugas kelompok, susah pasti ya sob? Salut sob, semangat terus! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih T_T. Loh, tau SAD juga?
      Iya. Susah mengatur OCDnya ini. Sip thanks ya bro! (y)

      Delete
    2. Iya sob, hasil dari belajar psikologi 6 bulan jadi sedikit ngerti dengan gangguan-gangguan tersebut.

      Delete
    3. Wow. Kuliah di psikologi bro? :o

      Delete
  8. Hari pertama kuliah saya.. cuma sehari. haha.
    selamat semester 4, selamat dikerubuti tugas~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mahasiswa tua nih :v awokawok.
      Iya nih. Haha

      Delete
    2. kampret -___-
      haha selamat bertugas ria~

      Delete
  9. Kuliah saya di semester baru juga tidak begitu menyenangkan karena ada hal 'kosong' yang bikin saya menarik nafas setiap kali masuk ke kelas, dan itu kemungkinan ada hubungan dengan saya sebagai seorang anxiety disorder.

    omong-omong tentang SAD dan COD yang kamu miliki itu, ada lebih baik kamu berbicara dengan seorang psikolog (saya tidak menyarankan psikiater, karena belum separah itu) itu menanggulangi keadaan yang sekarang karena bisa menjadi lebih parah.

    Semoga harimu menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semester berapa nih? Bro atau mbak? :o
      Hmm, ya pengennya sih, cuma kota di mana saya tinggal itu kaya kota pedalaman, belum banyak jasa seperti itu di sini.
      Kalau boleh saya tahu, kamu seperti apa SADnya?

      Terima kasih, the same to you!

      Delete
    2. Kebetulan semester 4 juga :) panggil aja mbak.
      Memang anda tinggal di daerah mana, ya? Setahu saya setiap instansi kesehatan swasta ataupun pemerintah pasti memiliki klinik/poli psikologi :) mungkin anda bisa mengeceknya, tetapi tentu saja beda pelayanan swasta dan pemerintah, nothing new in our country for this environment.

      Secara garis besar SAD yg saya punya itu menyebabkan panic attack di beberapa situasi khusus dan memiliki low self-esteem.

      Delete
    3. Wah, sama ya, mbak. :D

      Hhmm. Purwokerto, mbak. Kota yang tidak terkenal haha. Anda di mana, Mbak? Berarti sudah pernah periksa ke psikolog ya?

      Wah, berarti saya masih termasuk ringan ya. Saya gak sampai panik cuma seringnya berdebar-debar yang sangat mengganggu dan yap sama low self-esteem.

      Delete
    4. Kebetulan saya tinggal di Jakarta. Ya, saya sering kontrol ke psikolog karena tuntutan jurusan kuliah juga. dulu saya ke psikolog bisa sampai sebulan tiga kali tetapi sekarang berkurang menjadi sebulan sekali. Ke psikolog bukan berarti kamu punya penyakit jiwa, hanya saja psikolog lebih mengerti dan pendengar yang sangat baik, serta pemberi saran yang manjur. haha. :)

      Iya, kalau yang seperti kamu mungkin butuh tingkat adaptasi lingkungan yang tinggi saja kali ya, karena menurut saya hal tersebut masih bisa di lakuin sendiri kalau kamu punya niat aja, mas. hehe.
      Wah kalau hal tersebut berlanjut (ketika kamu berdebar-debar) kamu bisa kena panic attack kedepannya.

      Delete
    5. Oh ya ya ya. Bener juga.

      Nah itu mbak susahnya haha. Entah efek SAD atau bawaan, saya memang susah sekali beradaptasi. :D.
      Wah, bahaya ya mbak kalau sampai panic attack?

      Delete
  10. Awalnya saya kira OCD tu yang dietnya ala dedy corbuzier, ahaha
    Tp kalimatnya ga nyambung si, baru ngeh deh klo OCD nya yang lain.

    Sudah pernah ikut terapi bro?
    seperti hypnotherapy atau mungkin yang lain. Untuk membantu mengatasi OCD nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. LOL hahaha. Dasar.

      Hhmm, belum pernah sama sekali soalnya di kota kita ini kan seperti kota di pedalaman mas haha.
      Terus kalau ada pasti mahal banget :(

      Delete
    2. Haha, meski pedalaman tapi kota berkembang bro
      Cara sederhana sebenarnya ada. Kamunya harus memaksa diri untuk bisa bro, misal bilangin temen kamu yang ga mau ikut kerja kelompok. Tidak perlu dipikirkan efeknya setelah km ngomong gt ke temen, just do it. Cuek aja ntar hasil nya gmn.

      Kebetulan dlu aku pernah nulis ttng cara untuk PD nih bro http://www.citrapradipta.com/2011/12/pd-pd-pd-pd-pd-ayoo-kita-percaya-diri.html :D
      Dari cuek nanti bisa brubah jadi percaya diri kalau sudah sering dilakukan. Kalau saran saya lebih ke sugestinya km sendiri bro yang perlu dirubah :)

      Delete
    3. Hahaha UMRnya terendah se-Jateng, jadi sedih :(.
      Bener sih mas katamu. Nah itu, aku seringnya masih sering mikir gimana reaksi temenku setelah aku melakukan sesuatu terhadap temenku. Thanks for the advice! :D

      Delete
  11. Hehe, bacavtulisan ini jadi mengingatkan sy masa kuliah dulu. 1 hal sy sesali dulu adalah sy merasa kurang optimal dlm 'aktif bertanya' dan presentasi. Di dunia kerja 2 hal ini penting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh benarkah? Wah wah wah. Harus membiasakan nih :". Terima kasih, mas atas sarannya :D

      Delete
  12. waaa semangat semangat! semester 4 dan 5 tuh yang paling berat. btw, kadang gue juga ngerasa OCD, suka ngecek berkali-kali, suka bikin daftar apapun, agenda, resolusi. riber bener dah. sebenarnya gue juga gak suka bicara di depan banyak orang, tapi gue entah gimana malu dengan kebiasaan ini -___- sooo gue rada maksa gitu biar bisa bicara depan orang banyak, dengan jatung yang udah copot entah kemana dan suara bergetar, akhirnya ngomong juga. sekarang malah udah lebih terbiasa. udah mahasiswa gini hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak semangat juga! (Y). Iya bener, dan bodohnya aku malah ikut organisasi di tahun kedua :(.
      Kenapa malu? Menurutku public speaking itu keren lho.
      Iya saya juga sudah berkurang tapi masih saja susah ngomongnya.

      Delete

Please use polite words only. Good comments are very useful for me and this blog. It really supports me and this blog. As well, I will try as my best as possible to visit your blog and leave good comments there. Thanks for commenting.

Most Commented

Add this widget

Most Read

Just Comment